Ketik disini

Giri Menang

Cabai Impor Masuk Pasar, Gak Ngaruh

Bagikan

GIRI MENANG – Memasuki pertengahan bulan Maret, belum ada tanda-tandaA� harga cabai rawit turun harga.A�Di sejumlah pasar tradisional di Lombok Barat (Lobar), harga a�?si meraha�? masih sangat tinggi.

Sekarang ini harganya per kilogram sekitar Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. A�Upaya pemerintah menurunkan harga cabai dengan cara impor belum membuahkan hasil.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Umum Gerung Sumiati mengeluhkan tingginya harga cabai ini. Sebab, kondisi ini membuat jumlah pembeli menurun.

a�?Kami (pedagang) tak bisa berbuat banyak,a�? terangnya, Sabtu (12/3).

Menurut dia, penyebab harga cabai yang mahal karena petani cabai di Lobar banyak yang mengalami gagal panen. Akibatnya ia dan para pedagang lainnya kesulitan mendapatkan cabai segar.

Terkait kabar cabai impor yang masuk ke sejumlah pasar tradisional di Lobar, dia mengaku tidak tahu. a�?Mungkin saja, soalnya kami tidak tahu. Belum bisa membedakan mana cabai hasil petani atau impor dari luar,a�? katanya.

Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindag Lobar Arianta Rusman mengakui cabai impor sudah masuk pasar. Namun dikatakan jumlahnya tidak banyak, karena dilakukan hanya sebatas memenuhi kebutuhan masyarakat.

a�? Sejauh ini peredaran cabai bisa dikendalikan,a�? ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya telah berupaya menjaga pasokan cabai. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar. Namun upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil, karena terkendala minimnya stok cabai yang ada.

Untuk itu, mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga, pihaknya terus bersinergi dengan Kementerian Perdagangan. Pihaknya terus melakukan konsultasi terkait perkembangan harga dan kebutuhan pasar.

a�?Untungnya mahalnya harga cabai, belum berdampak terhadap komoditas lain,a�? tuturnya.A� (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka