Ketik disini

Selong

Diunggulkan, Lutfi Masih Kalem

Bagikan

SELONGA�– Meski diunggulkan sebagai kandidat kuat calon bupati Lombok Timur (Lotim) berikutnyaA� Anggota DPRRI A�H Syamsul Luthfi masih kalem. Tak seperti kandidatA� lainnya mantan Wabup Lotim ini belum mau mengumbar kesiapannya maju di Pilkada Lotim 2018 mendatang.

A�a�?Kalau untuk maju, belum waktunya memberikan statement. Kita tunggu proses di partai dan proses lain,a�? ujarnya malu-malu.

Terkait adanya keinginan sejumlah partai yang ingin mencalonkan dirinya, ia mengapresiasi. Namun, menurutnya ada banyak hal yang mesti ditinjau terlebih dahulu sebelum menentukan dengan figur mana A�ia akan berpasangan atau dengan partai mana menjalin koalisi.

A�a�?Kami ingin sinergi provinsi dan kabupaten. Kalau saya belum ada rencana A�karena saat ini masih tahap menjajaki,a�? jelas pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Lotim ini.

Menurutnya, banyak faktor yang harus diperhitungkan untuk maju. Meskipun, saat ini ia dinilai memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah kader lainnya. Menurutnya, hal ituA� kemungkinan karena masyarakat masih mengingat pengabdian yang telah dilakukan selama lima tahun mendampingi H Sukiman Azmy sebagai Bupati.

a�?Siapapun dia kalau ingin maju (Bakal calon Bupati, Red), kalau ingin melihat Lotim berkembang dan maju program yang sudah berjalan di era Bupati H Sukiman dan Ali BD harus dilanjutkan,a�? tegasnya. Tentunya dengan beberapa inovasi yang dibutuhkan.

Ada beberapa catatan H Syamsul Luthfi untuk pembangunan Lotim ke depan. Yang pertama mendapat perhatiannya adalah bagaimana pembangunan sumber daya manusia. Pekerjaan rumah Pemkab Lotim saat ini menurutnya adalah meningkatkan angka partisipasi murni masyarakat untuk menikmati pendidikan.

a�?Kalau semua orang sudah sekolah, baru kita berbicara kualitas. Pemerataan pendidikan itu yang penting,a�? ujarnya.

Angka putus sekolah saja yang disebakan beberapa alasan seperti menikah di usia muda, anak yang enggan sekolah,A� serta akibat kendala biaya ini menurutnya harus menjadi perhatian.

Kedua, ia juga menyorot permasalahan banyaknya TKI asala Lotim khususnya TKI jalur ilegal. Fenomena ini menurutnya tidak bisa hanya menyalahkan masyarakat. Karena pemerintah belum menunjukkan peran menciptakan lapangan kerja dan juga mencetak wirausaha di daerah.

a�?Perlu ada perubahan skema bantuan. Yang sifatnya konsumtif menjadi produktif. Dalam artian bantuan itu bisa dikelola. Bukannya tidak baik, hanya perlu ada pembenahan,a�? ungkapnya.

Tugas Dinas Tenaga Kerja, memfilter dan mencegah TKI ilegal. Perlua ada pengawasan jasa PPTKIS yang menyalurkan TKI. Pemmda diminta A�bersinergi dengan sejumlah instansi terkait seperti APJATI. Sebagai salah satu instrument yang menaungi perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia selama ini. A�Selain itu, Pemkab Lotim harus mengembangkan potensi pariwisata.

A�a�?Karena pariwisata ini menghabiskan biaya murah namun hasil besar. Lotim harus mengembangkan pariwisata karena Lotim punya potensi segalanya, baik wisata konvensional maupun wisata halal,a�? jelasnya.

Yang terakhir, menjadi sorotan Syamsul Luthfi yakni persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik air dan jalan. Menurutnya semua ini harus dituntaskan dan dicarikan solusinya melibatkan semua pihak. a�?Ini hanya saran, jangan diartikan lain,a�? pungkasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka