Ketik disini

Metropolis

Eitsa��Ini untuk 17 Tahun ke Atas

Bagikan

Hidup sehat dengan makanan rendah lemak, tentu sangat dianjurkan. Tetapi apa jadinya, jika pola makan vegetarian, ditempuh dengan cara tidak tepat?

***

RINI tersenyum lebar, saat melihat kedatangan media ini ke ruangannya. Wanita dengan nama lengkap Rini Fitriantini ini, mempersilakan Koran ini masuk ke ruangannya yang berukuran 1,5 meter x 1,5 meter. Terlalu sempit memang.

a�?Sebenarnya ini bukan ruangan (terima tamu), tapi di sebelah,a�? kata Rini terlihat canggung.

Ukurannya yang sangat minimalis, membuat Lombok Post dan dua wartawan dari media berbeda ditambah Humas RSUD berdesak-desakan. Tetapi, niat kami a�?bergurua�� tips kesehatan siang itu, tidak surut sedikit pun.

a�?Tidak apa-apa kan?a�? tanya Rini mencoba meraba emosi kami. Seorang rekan wartawan televisi yang ikut masuk, menggeleng. Yah! Cukup membuat Rini sedikit menarik napas lega.

Rini adalah spesialis gizi di RSUD Kota Mataram. Wanita berjilbab dan murah senyum itu, mengaku siap menjawab pertanyaan awak media tentang pola vegetarian yang mulai marak di perkotaan. Terutama bagi mereka yang katanya, ingin hidup sehat. a�?Vegetarian sebenarnya tidak dianjurkan bagi anak di bawah 17 tahun,a�? ujar Rini.

Jawaban Rini, cukup menarik. Apalagi, banyak anak-anak di bawah 17 tahun yang ternyata, sangat gemar mengonsumsi makanan berlemak. Hanya karena takut berat badannya bertambah. Tetapi, Rini mengatakan jika, anak yang dibiaskan vegetarian sejak kecil dapat mempengaruhi pertumbuhannya. a�?Nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak itu, hanya bisa didapat dari makanan nonvegetarian seperti dari hewan,a�? tegasnya.

Karena itulah, sering ditemui ada anak di bawah 17 tahun, pertumbuhan fisik dan otaknya bermasalah. Banyak orang tua juga tidak sadar, pertumbuhan fisik anak memang terlihat bagus dengan mengurangi bahan dari hewani, padahal pertumbuhan sel otaknya mengalami masalah regenerasi.

Ia lalu mengingatkan, tujuan dari vegetarian adalah menyeimbangkan gizi di dalam tubuh. Kegemaran seseorang mengkonsumsi makanan dari bahan hewani dari pada nabati, membuat gizi di dalam tubuhnya tidak seimbang. a�?Itulah yang mendorong akhirnya banyak lemak jahat di dalam tubuh seseorang,a�? terangnya.

Kelebihan lemak jahat di dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan seseorang. Apalagi jika sudah terbiasa mengonsumsi sejak kecil.

Karena itu, setelah melewati masa pertumbuhan fisik di atas 17 tahun, Rini menilai orang perlu untuk mengendalikan dua jenis lemak jahat di dalam tubuh. Yakni lemak jenuh yang terdapat pada daging, ayam, produk susu, keju, eskrim, santan, mentega dan margarin. a�?Selain itu ada juga lemak trans,a�? sambungnya.

Lemak ini biasanya terdapat pada makanan yang digoreng. Minyak sayur yang digoreng mengalami hidronegasi parsial yang menghasilkan lemak trans. a�?Kandungan lemak jahat ini dapat memicu resiko kolestrol dan penyakit jantung,a�? ujar Rini.

Jadi sekali lagi, vegetarian sangat penting untuk dilihat sejak usia berapa ia memulai lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dari pada daging.

Jika usianya di atas 17 tahun, Rini menilai ini tidak ada masalah. Apalagi jika itu dilakukan juga sesuai dengan anjuran dokter. Semisal, yang mengikuti pola makan vegetarian adalah mereka yang memiliki masalah kesehatan. Asupan vitamin dan mineral yang didapat dari makanan-makanan vegetarian akan menyeimbangkan gizi di dalam tubuh. a�?Apalagi kalau dia mengidap kolestrol, jantung koroner, lebih bagus dia memang vegetarian,a�? tegasnya.

Lebih luas lagi, Rini juga menjelaskan tentang dampak dari lemak jahat di dalam tubuh. Jika dulu, orang kerap berasumsi postur tubuh gemuk menandakan asupan gizi lengkap. Padahal tidak demikian. Idealnya orang dewasa harus memenuhi standar gizi, sesuai dengan Indeks Masa Tubuh (IMT). a�?Lebih dari itu itu bisa berarti overweight atau obesitas,a�? terangnya.

Bagi perempuan, pola makan vegetarian sangat baik untuk menjaga kesuburan. Ia menjelaskan, selama masa produktif, kebutuhan vitamin dan mineral dengan vegetarian tercukupi dengan baik.

Namun, memasuki masa hamil dan menyusui, pola vegetarian tidak dianjurkan. Karena ini akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan janin dan bayinya. a�?Bayi itu kan butuh protein, selain protein nabati seperti dari kacang-kacangan, ada juga dari hewani,a�? jelasnya.

Menu vegetarian yang baik sangat mudah dilihat dari warna. Apabila sayuran memiliki warna mencolok dan terang, dipastikan menu tersebut mengandung vitamin dan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh. Seperti paprika, tomat, wortel dan ragam sayuran berwana lainnya. a�?Sementara sayuran yang tidak berwana, biasanya lebih banyak seratnya, contoh kol dan labu,a�? tandasnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka