Ketik disini

Kriminal

Miras Kerap Picu Perkelahian di Mataram

Bagikan

MATARAM – Polisi terus mempersempit ruang peredaran minuman beralkohol tanpa izin. Sabtu malam (12/3), polisi merazia sejumlah kos-koasan dan kafe di Mataram.

Dalam razia tersebut, polisi panen tangkapan. Ratusan liter minuman tradisional beralkohol jenis tuak yang dikemas dalam ratusan botol dan jerigen disita. Seluruh minuman beralkohol itu diangkut dari sejumlah lapak penjual di wilayah Pejanggik, Kota Mataram.

Bukan hanya tuak, ketika menyisir sejumlah kamar kos di kawasan yang sama, polisi mengamankan lima unit motor yang tidak dilengkapi surat-surat A�kendaraan. Kapolsek Mataram Kompol Taufik mengatakan, razia yang dilaksanakan jajarannya untuk mengantisipasi tindak kriminalitas yang kerap dipicu mabuk miras. Dari pemetaan polisi beberapa tempat A�di Mataram, kerap terjadi perkelahian yang A�dipicu minuman beralkohol.

A�a�?Beberapa lingkungan memang sering terjadi perkelahian yang didahului dengan mengkonsumsi minuman keras,a�? kata Taufik.

Kos-kosan, disebut Taufik, tak jarang dimanfaatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasanya berasal dari luar Kota Mataram. Modusnya, mereka menyewa kos sembari melihat situasi dan motor yang akan diincarnya.

a�?Modusnya selama ini memang seperti itu, sewa kos kemudian melakukan curanmor,a�? ujar dia.

Selain minuman tradisional beralkohol dan sepeda motor tanpa surat-surat kepemilikan, polisi juga mengangkut tiga pasangan tanpa ikatan pernikahan. Mereka ditemukan polisi di dalam kamar di sejumlah kos.

Salah satu pasangan yang diamankan petugas, yakni MS, 19 tahun dan pasangannya Y, 23 tahun. Belakangan diketahui, mereka ternyata remaja yang kabur dari rumah. Bahkan, lelakinya, yaitu MS, masuk dalam laporan orang hilang di Polsek Mataram.

Remaja itu dilaporkan orang tuanya ke Polsek Mataram sejak Desember tahun lalu. Dia diamankan dengan Y, yang juga sama-sama kabur dari rumah.

a�?Kita temukan mereka juga saat razia minuman beralkohol itu,a�? kata Taufik.

Taufik melanjutkan, terhadap pemilik kendaraan bermotor yang diamankan jajarannya, harap menunjukkan surat resmi kendaraan, untuk mengambil motornya. Sementara itu, pihaknya juga telah menghubungi orang tua dari masing-masing pasangan yang diamankan dalam razia.

a�?Orang tua mereka sudah kami hubungi juga,a�? pungkasnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka