Ketik disini

Praya

Usia Hampir Lima Tahun Berat Badan Hanya 6,5 Kilogram

Bagikan

Pada 7 Juni mendatang, Azami genap berumur lima tahun. Di usia itu normalnya iaA� harus bisa berlari seperti teman-temannya. Namun kondisi kesehatannya yang menurun membuat tubuhnya tak tumbuh seperti anak-anak pada umunya.

***

DariA� hasil pemeriksaan kesehatan di beberapa rumah sakit di Lombok Timur, Lombok Tengah (Loteng) dan Kota Mataram, Azami divonis menderita busung lapar.

Putra pasanganA� Masia��un dan Suharni warga Dusun Pamantek Bat Daye Desa Loangmaka, Janapria tersebut tak tumbuh seperti balita pada umunya. A�A� BadannyaA� tumbuh mungil, tidak bisa berjalan. Ia hanya bisa duduk di pangkuan.

A�a�?Sejak umur enam bulan, memang sudah terlihat kelainan. Kalau teman-teman sebayanya sudah bisa duduk, anak saya ini malah sebaliknya,a�? keluh Suharni.

Kendati demikian, posyandu dan ASI eksklusif tetap diberikan kepada balita yang lahir di 7 Juni 2012 tersebut. Suharni pun sempat memeriksa kesehatan anak kesayangannya itu, ke rumah sakit. Dokter menyebut Azami menderita busung lapar.

Para dokter dan perawat pun menyarankan, agar Azami diberi tambahan asupan makanan bergizi. Lekas Suharni menjalankan saran dokter. Namun, tetap saja tidak ada perubahan. BahkanA� di usianya kini, berat badan AzamiA� hanya 6,5 kilogram.

Di tengah kondisiA� seperti ini, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak. Penghasilan mereka sebagaiA� buruh tani tak mencukupi. Bahkan kedua orang tuannyaA� sempat mengadu nasib sebagaiA� TKI/TKW di Malaysia demi Azami.

a�?Saat umur Azami dua tahun, kami berdua berangkat ke Malaysia,a�? ujar Suharni didampingi Masia��un.

Azami pun dititipkan di nenek dan kakeknya. Beberapa bulan di Malaysia, mereka berdua berhasil. Mereka berhasil mengumpulkan sedikit uang pengobatan Azami dan pulang ke kampung halaman. a�?Sudah tidak terhitung biaya yang kami keluarkan. Tapi, tidak ada perubahan,a�? keluh Suharni diamini Masia��un.

Beberapa kali, ia dan suaminya meminta pertolongan medis di Puskesmas setempat, termasuk rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya. Namun, lagi-lagi layanan kesehatan itu tidak sepenuhnya gratis. Ia tetap harus menyaipak uang yang bagi mereka tak sedikit untuk ragam keperluan selama pengobatan. Mereka tak mampu.A� Karena keuangan yang semaki sulit, Azami pun hingga sekarang dirawat seadanya di rumah.

a�?Kami mohon bantuan pemerintah maupun swasta. Kasihan anak saya ini, dia (Azami) ingin hidup lebih lama lagi,a�? ujar Suharni sembari mengelus-elus rambut anak kesayangannya.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka