Ketik disini

Bima - Dompu

Anak Bungsu, Sebentar Lagi Menyelesaikan Kuliah

Bagikan

Kasus penembakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember menjadi perbincangan di Kabupaten Bima. Korbannya adalah Dedy, 25 tahun, yang merupakan warga asli Kabupaten Bima. Dedy diketahui merupakan mahasiswa semester delapan Fakultas Sastra dan Bahasa Indonesia.

***

A�Kabar duka meninggalnya Dedy membuat Fatmah dan Husai, orangtua korban merasa terpukul. Mereka seakan tidak percaya dengan informasi tersebut. Sejak menerima kabar itu, orangtua korban terus menangis.

Erni, kakak kandung korban mengaku, menerima informasi tersebut sekitar pukul 02.15 Wita, Sabtu (11/3). Saat itu, ia dihubungi oleh adik kandungnya yang ketiga. Melalui handphone dia mengabarkan jika Dedy sudah meninggal dunia. Namun dia tidak dijelaskan penyebab kematian Dedy.

Beberapa saat kemudian, kakak korban yang di Jember menjelaskan penyebab kematian korban. Dedy ditembak oleh orang tak dikenal. Saat itu korban tengah berboncengan dengan temannya yang juga warga Bima.

a�?Awalnya adik saya yang nomor tiga tidak mau jujur. Saya terus bertanya dan akhirnya saya diberikan penjelasan terkait penyebab meninggalnya adik saya itu,a�? tuturnya sambil menangis.

Diakui Erni, bungsu dari empat bersaudara itu tinggal di Jember sudah empat tahun lamanya. Selama itu, korban terhitung hanya tiga kali pulang ke Bima. Lantaran di Jember korban memiliki saudara kandung yakni kakak nomor pertama dan ketiga.

a�?Adik saya memilih kuliah di Jember karena kakak kami yang pertama tugas di sana. Kemudian saudara saya yang ketiga, juga kerja di sana. Yang di Bima hanya saya sendiri,a�? jelas Erni.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban sempat berkomunikasi dengan sang ibu pada Kamis sore (9/3) sekitar pukul 17.12 Wita. Saat itu korban meminta agar ibunya ke Jember. Karena rencananya bulan Agustus korban akan diwisuda.

a�?Komunikasi terakhir adik saya sempat menelpon ibu dan meminta ibu ke Jember nanti pas mau wisuda. Dia (Dedy, red) meminta ibu untuk mendoakannya agar penyusunan skripsinya lancar,a�? tuturnya penuh haru.

Berurai air mata Erni terus bercerita tentang kepribadian korban. Menurutnya, korban merupakan anak yang ramah dan bisa bergaul dengan siapapun. Alumni SMA Kae Kabupaten Bima itu diketahui merupakan anak yang paling manja dan lebih dekat dengan sang ibu.

Diakui Erni, di bidang akademik pria kelahiran 25 Maret 1992 ini biasa a�� biasa saja. Pihak keluarga juga tidak tahu apakah korban selama ini memiliki masalah atau tidak. Begitu juga korban tidak pernah menceritakan memiliki musuh.Selama ini juga, saudaranya di Jember tidak pernah bercerita tentang masalah yang tengah dihadapi.

a�?Saya yakin adik saya tidak punya musuh. Adik saya orangnya baik mbak,a�? ujarnya histeris.

Erni mengaku tidak menyangka saudaranya akan tutup usia dengan cara seperti itu. Karena sebelumnya pihak keluarga sama sekali tidak punya firasat buruk.

Erni berharap pihak kepolisian secepatnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap adiknya itu. Ia menginginkan agar pelaku penembakan dihukum mati.

a�?Saya hanya ingin pelakunya segera ditangkap dan dihukum, bila perlu ditembak mati saja. Sama seperti yang mereka lakukan terhadap adik saya,a�? pungkasnya. (YETY SAFRIATI/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka