Ketik disini

Metropolis

Listrik Byarpet, Presentasi Amburadul

Bagikan

Acara yang harusnya berjalan khidmat dan penuh ide-ide kreatif, berubah hiruk-pikuk. Ruangan bak diserbu kawanan tawon. Apa sebenarnya yang terjadi? Berikut laporannya.

***

SUASANA tenang dan sejuk. Kepala-kepala masih berdiri tegak. Lurus ke depan, bak penggaris siap menampar di kiri-kanan, kalau-kalau berani menoleh. Hanya sekali waktu, mata kejap-kejap. Wajar, itu respon motorik. Kontrolnya ada di alam bawah sadar. Pada sistem limbik yang rumit!

Baru saja beberapa menit sosok di atas podium itu membaca teks dengan gestur minimalis, tiba-tiba a��.Nginginga�� ngunginga�� blaa�� blaa��

Dan entah apa yang dibicarakan orang-orang. Bisik-bisik dan celetukan, berinterferensi menyerupai dengung kawanan lebah di atas kepala. Tak begitu jelas.

Beberapa orang di balik panggung tanpak sibuk. Berlarian tanpa arah jelas. Tangan mereka menampar-nampar dinding. Lalu pandangan di layangkan ke beberapa lampu di langit-langit. Tetapi tetap saja, tidak ada perubahan. Puff!

a�?Gelap,a�? celetuk seorang peserta. Lalu dengan malas mengangkat bokong kemudian melanggeng ke luar ruangan, tanpa beban.

Anehnya, pria yang masih berdiri di atas podium itu, seperti tidak sadar apa yang terjadi. Suaranya masih terdengar konstan. Ia masih membaca naskah, sambutan diantara cahaya-cahaya matahari yang menerobos kaca jendela.

Sayang, suaranya tak sedigdaya awal. Tapi kini, timbul tenggelam diatara dengung-dengung suara serupa ribuan tawon!

Dalam rekaman video seorang kawan Jurnalis, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga terlihat tak kalah kaget. Ia sampai mendngak tinggi, melihat lampu kristal yang tergantung berubah gelap.

Untungnya, tak berselang lama. Tak sampai, naskah yang dibaca habis, lampu kembali menyala benderang. “Alhamdulillah,” celetuk beberapa orang.

Ada yang berseloroh. Kalau mati lampu begini, serasa bukan di kota. Tetapi, lebih mirip di desa-desa. Dan rapat di aula, berubah cita rasanya. Bukan lagi aula yang megah, tapi balai desa.

Ah! Ada-ada saja. Dan syukurnya, lampu tidak padam. Sampai akhir sang Wali Kota pun mengakhiri juga sambutannya.

Memasuki sesi materi, beberapa peserta MPBM mulai diserang kantuk luar biasa. Tampak ada yang manggut-manggut. Tapi bukan pertanda mengerti. Melainkan, berjuang melawan kantuk.

Ada juga yang membuyarkan kantuk dengan ngobrol santai. Setidaknya, itu lebih baik dari pada tertidur lelap. Mereka sadar, ini bukan waktu tepat mendengkur. Di depan ada Sekda sedang mengawasi sambil menjelaskan materi!

a�?Ini akan jadi target kita di tahun 2018,a�? kata Sekda Effendi Eko Saswito. Pandangannya awas mengamati peserta MPBM.

Tetapi, a�?keberuntungana�� seperti menemui momentumnya. Tiba memasuki materi SKPD yang concern berbasis pelayanan masyarakat, listrik kembali byarpet. Ribuan tawon, seperti kembali mengerubuti aula. Ada yang sekedar mendengus. Tapi tidak sedikit yang akhirnya angkat kaki, lalu kabur!

Suara, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa, timbul-tenggelam. Beberapa orang dari kursi depan bahkan cekikan, menahan tawa.

Bagaimana tidak, susah payah Cokorda sampai harus menyalakan lampu ponsel, hanya untuk membaca naskah presentasinya.

a�?Karena situasi kurang kondusif, maka acara kita lanjutkan setelah istirahat siang,a�? suara Iwan Harsono, sang moderator melengking diantara ributnya ratusan orang dalam satu ruangan.

Pengumuman itu bak kabar gembira. Tanpa ragu, banyak peserta keluar cepat dan enggan menoleh ke dalam. Hanya beberapa saja yang masih bertahan dan duduk menunggu. Bisa jadi, mereka kategori pegawai idealis!

Sekretaris Bappeda Kota Mataram Rama Prayoga, berjalan cepat keluar ruangan. Ia tak banyak bicara, acaranya sedikit amburadul hanya karena soal listrik. a�?Iya ini, PLN nggak tau kenapa,a�? cetusnya.

MPBM yang harusnya banyak dihiasi ide-ide segar soal pembangunan urung terealisasi. Ia berharap, setelah istirahat siang yang dipercepat itu, tidak ada lagi soal lampu listrik yang padam dan peserta MPBM yang patah semangat hanya karena listrik yang byarpet!

a�?Kita sih punya genset, tapi lihat nanti apa listrik sudah baik atau tidak,a�? cetusnya seraya berlalu.

Sementara itu, di ujung telpon, Manager PLN Area Mataram Chaidar Saifullah, belum bisa menjelaskan di mana titik persoalan listrik yang mengalami gangguan dari pagi. Ia hanya mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya cepat menuntaskan persoalan.

a�?Ini sedang kami tangani dan telusuri di lapangan. Hanya persoalan transmisi dari pembangkit,a�? jawabnya pendek. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka