Ketik disini

Metropolis

Wali Kota Sentil Kepala Bappeda NTB

Bagikan

MATARAM – Menyerap aspirasi dari bawah, untuk dijadikan arah pembangunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menggelar Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) Tingkat Kota Mataram Tahun 2017. MPBM diharapkan dapat merumuskan, berbagai isu strategis dan mendesak untuk segera diselesaikan.

Namun yang menarik dalam forum MPBM kemarin, Ahyar sempat lupa adanya perwakilan Bappeda Provinsi yang hadir. a�?Mohon maaf lupa sebut,a�? kata Ahyar, lalu disambut gelak tawa hadirin.

Pihak Bappeda Provinsi NTB, diwakili oleh Sekretaris Bappeda. Entah disengaja atau tidak, Ahyar langsung mengungkapkan kekecewaanya, karena setiap kali MPBM yang hadir tidak pernah Kepala Bappada NTB langsung.

a�?Dua kali Musrenbang atau MPBM dua kali selalu di wakili, ada apa?a�? sentilnya.

Ahyar memang mengaku, sempat diceritakan jika di waktu yang bersamaan Kepala Bappeda tengah membuka acara serupa di daerah lain. Tetapi, gelitikan sekaligus sentilan Ahyar ini, bisa berarti kegundahannya, karena MPBM di Kota Mataram selalu terkesan di anak tirikan. “Padahal, Kota Mataram adalah barometer pembangunan daerah NTB,a�? ujarnya.

Mataram adalah salah satu dari sekitar 500 kota secara nasional. Hanya saja, menurutnya kekhususan Kota Mataram tentu tidak bisa disamakan dengan kota lain.

Posisi Mataram, sama pesis dengan 34 Kota secara nasional yang menjadi etalase Provinsi. Sehingga berbagai isu utama di kota, tidak bisa diselesaikan sendiri. a�?Seperti halnya banjir,a�? katanya memberi contoh.

Persoalan banjir menjadi isu utama yang harus dituntaskan oleh pemerintah Kota Mataram. Namun, menurut Ahyar, banjir membutuhkan penanganan bersama. Tidak hanya Kota Mataram saja, tetapi juga Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Secara geografis, beberapa aliran sungai dari daerah lain, melintas di kota ini. Belum lagi, permukaan tanahnya yang disebut Ahyar lebih rendah. Ketika terjadi air pasang laut, lalu saat bersamaan debit air meningkat di lima aliran sungai yang membelah Kota Mataram, kerap menimbulkan banjir.

a�?Persoalan ini tidak bisa diselesaikan kota sendiri!a�? seru Ahyar dengan nada meninggi.

Tetapi menurutnya harus jadi tanggung jawab bersama. Harmonisasi kerja antara provinsi dan daerah. Begitu juga dengan pemerintah pusat.

Termasuk juga daerah yang memiliki sumbangan limpasan air di lima aliran sungai itu. “Kami sudah siapkan lima hektare untuk bangun bendungan,a�? tuturnya.

Sisanya, saat ini pihaknya menunggu peran aktif dari pemerintah provinsi dan pusat turut membantu persoalan banjir di Kota Mataram.

Begitu juga untuk pembangunan Jeti atau pemecah gelombang, sehingga ketika terjadi air pasang, tidak sampai menekan balik arus air, lalu meluber ke pemukiman warga.

Tidak hanya soal banjir, Ahyar juga sempat menyinggung beberapa isu strategis lainnya. Diantaranya, soal sampah, infrastruktur, pembangunan indeks manusia, kemiskinan hingga pekerjaan. Semua diharapkan bisa, dirumuskan dengan baik jalan keluarnya melalui MPBM kali ini.

a�?Kalau untuk perbaikan infrastruktur, sebaiknya biar ditangani pusat. Tetapi kalau soal kemiskinan dan pengangguran, baru kita tangani pakai PAD, ya pak Sekda,a�? ujar Ahyar.

Ahyar juga memaparkan, kondusivitas wilayah yang terjaga. Peningkatan angka IPM di atas rata-rata nasional. Lalu juga pertumbuhan ekonomi dan kemandirian pendanaan melalui PAD yang terus mengalami peningkatan signifikan.

a�?Nilai investasi di Kota Mataram setiap tahun bernilai lebih dari delapan Triliun Rupiah,a�? ujarnya bangga.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Mataram H Amirrudin, menyebut MPBM kali ini diikuti 650 peserta. Kegiatan ini, sebagai tindak lanjut perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Lalu, menyusun rencana kerja tahun anggaran 2018. “Saat ini juga telah diperkenalkan aplikasi e-MPBM,a�? kata Amir.

Adanya aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan progresivitas penyusunan rencana kerja yang bisa terpantau secara realtime. Media bagi masyarakat menyampaikan usulan-usulan dari tingkat terbawah. Mulai dari kelurahan, kecamatan, lalu di tingkat kota.

“Selanjutnya usulan-usulan akan dirumuskan, jadi bahan usulan ke Musrenbang NTB,a�? tandasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka