Ketik disini

Selong

Pemkab Ragukan Data BNN

Bagikan

SELONGA�– Narkoba yang semakin merajalela seolah tak menyentuh Lotim. Data BNN NTB menyebutkan hanya 26 orang yang terpapar narkoba sepanjang 2016.

“Saya ragu dengan validitas data itu, apa iya,” kata Wakil BupatiLotim H Haerul Warisin.
Di satu sisi ia mengatakan akan bersyukur jika data itu benar. Artinya sangat sedikit masyarakat yang terjerat narkoba.

Bahkan bisa saja hal itu diklaim sebagai keberhasilan pemerintahannya.
Namun ia memilih lebih realistis. Pertama, penduduk Lotim terbesar di NTB, mencapai 1,3 juta jiwa. Sehingga jika hanya 26 orang menurutnya sangat tak masuk akal.

Sejumlah informasi yang diperolehnya, seperti melalui media massa menunjukkan hal sebaliknya. “Di satu kecamatan saja lebih dari itu, kita ini ada 20 kecamatan,” ujarnya bertanya-tanya.

Untuk itu ia meminya BNN melakukan kalkulasi ulang. Terlebih karena dengan data itu, hingga kini BNN tak kunjung membuat BNN Kabupaten di Lotim.”Alasannya pemakai sedikit,” ujarnya.

Dengan kalkulasi ulang menyeluruh, ia berharap data valid bisa didapat. Dia yakin, BNN Kabupaten sudah sangat dibutuhkan. Warisin lantas membandingkannya dengan Sumbawa yang sudah lebih dulu mimiliki BNN. Padahal penduduknya hanya beberapa ratus ribu saja.”Ini kita 1,3 juta,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto mengatakan akan mengkaji ulang data yang ada. Ia pribadi juga berharap BNN segera ada di Gumi Selaparang, sehingga penanganan penyalahgunaan narkoba bisa lebih optimal. “Nanti kita lihat dan kaji lagi,” ujarnya.(yuk/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys