Ketik disini

Giri Menang

Bisa Memilih tanpa e-KTP

Bagikan

GIRI MENANG – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016, pemilih pada Pilkada serentak adalah pemegang KTP elektronik (e-KTP). Seiring kebijakan itu ditelurkan, proses perekaman e-KTP di setiap daerah terus berjalan hingga sekarang.

Namun, diakui Ketua KPU Juri Ardiantoro, saat ini perekaman e-KTP belum menyeluruh. Masih banyak masyarakat yang belum mengkonversi kartu identitas terdahulu (KTP Manual) menjadi e-KTP. Bahkan data dari KPU hingga saat ini mencatat sekitar 7 juta penduduk Indonesia wajib KTP belum terekam.

Menyadari hal itu, Juri memastikan baik warga yang belum memegang e-KTP, maupun tidak memiliki surat keterangan pengganti e-KTP, danA� belum perekaman tidak akan kehilangan hak pilih. Sepanjang terdaftar di database kependudukan di suatu daerah.

a�?Jadi warga sudah memiliki NIK. Semestinya sejak lahir sudah memiliki NIK. Sepanjang dia dilaporkan, dia bisa daftar (sebagai pemilih),a�? terangnya usai menghadiri launching RPP Berugak Demokrasi di Kantor KPU Lobar, kemarin (15/3).

Namun diakui, adanya regulasi bahwa pemilih pada Pilkada serentak harus memiliki e-KTP sebagian dari persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa terselesaikan. Pun demikian, persiapan Pilkada kali ini, kata Juri, jauh lebih baik.

a�?Jika ingin membuat pemilu lebih tertib dan membuat daftar pemilih lebih akurat, syarat pertama harus disiapkan database kependudukan yang rapi. Melalui e-KTP, Nomor Induk Kependudukan (NIK) sudah jelas,a�? ungkapnya.

Pihaknya masih optimis proses perekaman e-KTP akan tuntas sebelum Pilkada serentak 2018. Hal itu juga sudah diatur dalam Undang-Undang Pilkada bahwa perekaman e-KTP harus tuntas Desember 2018. Sehingga Januari 2019, masyarakat wajib KTP sudah memegang e-KTP.

Untuk menuntaskan hal itu, pihaknya mengintensifkan koordinasi dengan Kemendagri. Bahkan sudah melakukan kerja sama singkronisasi data. Dimana KPU bisa mengakses langsung data yang dimiliki oleh Kemendagri.

Sementara di Lobar, perekaman e-KTP masih berjalan. Saat ini jumlah warga wajib KTP belum perekaman tinggal 110.000 orang.

Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri sebelumnya sudah mendesak agar pemerintah Lombok Barat melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) segera menuntaskan perekeman .

a�?Proses perekaman e-KTP itu terkait dengan proses penataan pemilih dalam pemilih,a�? ungkapnya kala itu.

Suhaimi berharap masyarakat minimal melakukan perekaman data. Walaupun hanya diberikan surat keterangan (Suket).A�Sebab Suket yang diberikan oleh Dukcapil memilki kekuatan hukum yang sama dengan e-KTP. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys