Ketik disini

Metropolis

Sosok Misterius Datangi Mimpi Penduduk

Bagikan

Tidak hanya terkenal angker, banyak penduduk mengaku pernah didatangi sosok yang dimakamkan di sebelah barat Langgar Nihayatul Hidayah. Siapa sebenarnya yang bersemayam di di balik pusara itu? Berikut laporannya.

***

PERBINCANGAN siang jelang sore itu semakin seru. Beberapa warga sekitar, ikut nimbrung berbagi cerita. Satu persatu bertutur tentang betapa mistiknya langgar kuno itu.

a�?Dulu, bentuknya tidak seperti itu. Tetapi langgar panggung,a�? kata Inaq Jarini, istri dari Ratinah sang juru kunci.

Tetapi atas inisiatif warga, langgar akhirnya di bongkar. Lalu kini didesain seperti kebanyakan mushalla. Tetapi warga sekitar lebih suka tetap menyebutnya sebagai langgar.

Sebelum akhirnya berubah menjadi desain mushalla seperti saat ini, ada cerita mistis yang dibagi Jarini. a�?Saat itu, sehabis membersihkan langgar sore hari, saya langsung pulang,a�? terangnya memulai cerita.

Jelang malam hari dan hendak tidur, Jarini mengaku merasa ada yang berbeda. Seperti akan terjadi sesuatu. Tetapi ia tidak tahu apa itu.

Suaminya Ratinah yang sudah lebih dulu lelap, akhirnya disusulnya ke alam mimpi. “Suasana juga sedikit gerah, seperti mau turun hujan,a�? terangnya.

Tetapi bukannya bertemu suami, di dalam mimpi Jarini malah melihat sosok asing. Penampilannya tidak seperti kebanyakan warga. Ia menggunakan pakaian putih dengan sorban yang diikat khas ulama-ulama timur tengah.

Lalu, pria itu berjalan tenang sembari dipayungi payung agung. “Wajahnya bersih dan tampan. Ia lalu menghampiri dan bilang, kalau kitab beleq (kitab besar, Red) yang diselipkan di langit-langit langgar basah,a�? tuturnya.

Pagi harinya, Jarini mengaku merenung. Mengingat arti mimpinya semalam. Ia lalu memanggil suaminya Ratinah dan menceritakan mimpinya itu.

Dengan agak ragu, ia lalu memita suaminya melihat kondisi kitab beleq yang memang diselipkan di langit-langit langgar. “Ternyata benar, kitab itu basah setelah semalaman hujan turun lebat,a�? terangnya.

Sejak itu, kitab beleq tidak lagi ditaruh di langgar. Tetapi disimpan di tempat yang lebih baik. Apalagi setelah datang tim peneliti dari Jakarta yang ternyata mengetahui dan bisa membaca isi dari kitab beleq.

Konon selain berisikan tentang tafsir Alquran, kitab yang ditulis menggunakan huruf jejawan (aksara Sasak, Red) itu, ternyata berisi rumus-rumus makna peristiwa gempa. Jika terjadi di waktu dan bulan tertentu.

a�?Jadi kalau misalnya gempa sekarang, maknanya bisa diketahui dengan menggunakan acuan kitab itu. Apa yang akan terjadi dalam beberapa waktu kemudian, bisa diramalkan menggunakan kitab itu,a�? terang Jeni.

Selain itu, kitab beleq itu diyakini banyak mengandung ilmu lainnya. Namun hanya bisa dipahami bagi mereka yang bisa membaca huruf jejawan dan faham makna kalimat dalam bahasa kawi.

Kitab beleq dibuka sewaktu-waktu saja. Seperti jelang maulid atau hari-hari besar agama Islam. “Langgar ramai dikunjungi para peziarah kalau ada hari besar-besar agama islam, seperti Maulid, Isra’ Mi’raj, Idul Fitri dan lain-lain,a�? terangnya.

Tidak hanya Jeni, beberapa warga lainnya juga bertutur serupa. Mereka rata-rata menceritakan pengalamannya bertemu sosok yang diyakini bersemayam di dalam pusara makam di langgar Nihayatul Hidayah.

Ada yang bertemu sekedar untuk melihat sosoknya saja. Ada pula yang mendapat teguran, karena tidak memenuhi kewajibanya membersihkan langgar. “Kalau saya, di sumur itu bertemu dengan pria putih, bersih, gagah. Ia lalu menunjuk sumur yang ternyata gayungnya itu terbuat dari emas,a�? terang seorang wanita, dalam logat Sakra, Lombok Timur yang sangat kental.

Sejak peristiwa itu, ia rutin mendatangi langgar. Hanya sekedar membersihkan langgar atau mengambil dan mengisi bak wudlu di area langgar. Tetapi jika jelang petang apalagi sudah malam, wanita itu mengaku takut di sana.

a�?Rasa-rasanya seperti akan ada yang menyapa, tetapi wujudnya tidak terlihat,a�? ujarnya lalu bergidik, ngeri.

Kini kondisi langgar sudah mulai terlihat rapuh. Kaca pintu sebelah kanan, bahkan ada yang pecah. Biasanya, dalam waktu dekat akan ada keluarga dari sosok yang terbujur di dalam pusara makam, meminta perbaikan. Sebab, jika tidak diperbaiki, mereka yang memiliki silsilah, konon akan didatangi dalam mimpi. Lalu diminta melakukan perbaikan.

a�?Kita tidak berani mengawali perbaikan, karena tidak ada silsilah. Sebab kalau nekat, bisa sakit,a�? kata Jeni yang juga bekerja sebagai tukang bangunan.

Pernah suatu ketika, ia bersama beberapa warga berinisiatif memugar makam di sebelah itu. Jeni yang ditugaskan membongkar lantai di sektiar makam, malah mengalami peristiwa aneh.

a�?Setiap kali saya pukul betel buat congkel lantai, kepala saya berdeyut keras seperti dihantam martir,a�? tuturnya.

Ia lantas menceritakan apa yang dialaminya pada Ratinah. Anehnya, setelah pihak yang disebut masih memiliki silsilah keluarga dengan di dalam makam itu, diminta sekedar mengawali membongkar, rasa sakit di kepala tidak lagi dialami.

a�?Cuma pukul sekali saja, setelah itu saya kembali kerjakan dan tidak ada rasa sakit di kepala,a�? tuturnya dengan wajah tidak mengerti.

Karena itu, Jeni bahkan menantang bagi yang tidak percaya. Datang ke langgar itu, lalu menginap. Niatkan sesuatu yang buruk, seperti cari nomor buntut, ingin uji nyali, atau sekedar tanding ilmu. Niscaya, kejadian aneh pasti akan menimpa.

a�?Silakan saja, kalau tidak percaya,a�? tawarnya, penuh keyakinan.

Lantas, siapakah sebenarnya yang terbujur di dalam pusara itu?

Kalau merujuk pada keterangan plang wisata yang dipasang Dinas Pariwiasta Kota Mataram, makam itu adalah Makam Sunan Sudar. Tetapi, Antok warga yang turut ikut berdiskusi dengan kami mengatakan nama lengkapnya, Sunan Sudarsih Maulana. a�?Ada yang bilang dia dari jawa,a�? terangnya.

Sunan Sudar dikenal sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Lombok atau Mataram. Makam di samping langgar, ada yang bilang bukan tempat dikuburkan jasad Sunan Sudar.

“Melainkan hanya petilasan terakhir sampai akhirnya ia lenyap. Tetapi ada sumber lain yang menyebut juga, kalau yang dikubur di sana adalah istrinya,a�? terangnya.

Memang tidak ada rujukan pasti yang bisa dijadikan acuan untuk mengungkap siapa di balik makam itu. Ratinah sang juru kunci, saat Lombok Post bertandang sedang sakit tidak bisa berbagi cerita. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys