Ketik disini

Sportivo

Takutlah Akan a��Gigitana�� Si Rubah

Bagikan

LEICESTER a�� Bukan rubah kecil yang dihadapi Sevilla pada pertemuan kedua 16 besar Liga Champions kali ini. Melainkan seekor rottweiler yang besar, galak, dan buas.

Ditambah tulisan besar let’s slip the dogs of war yang dipetik dari naskah drama Julius Caesar karya William Shakerpeare maka Wes Morgan dkk tampil semakin sangar.

Sinyal kemenangan Leicester City atas Sevilla kemarin (15/3) sebenarnya sudah terbaca dari kehadiran banner raksasa yang ditampilkan fans Leicester di tribun King Power Stadion itu.

Lukisan raksasa itu juga menampilkan gambar seorang pria berpakaian rapi yang merantai rottweiler itu menjadi simbol transformasi spirit para pemain Leicester di Liga Champions ini.

Dukungan cerdas oleh fans Leicester itu bukan tanpa alasan. Pelatih anyar Leicester Craig Shakespeare selain punya nama belakang yang sama dengan penyair paling termasyhur Inggris, William Shakespeare. Selain itu keduanya ama-sama berasal dari West Midlands.

Nah, Leicester secara mengejutkan menyingkirkan Sevilla dari 16 besar Liga Champions. Juara bertahan Premier League itu menang 2-0 atas Sevilla kemarin di kandang. Victory kemarin membuat Leicester unggul agregat 3-2 atas Sevilla.

Capaian sensasional Leicester kemarin membuat mereka sederajat dengan raksasa-raksasa Liga Champions yang sudah lebih dahulu mengamankan tiket perempat final Liga Champions. Leicester bergabung dengan Barcelona, Real Madrid, Juventus, Bayern Muenchen, dan Borussia Dortmund.

Dua tiket sisa diperebutkan antara Bayer Leverkusen, Atletico Madrid, Monaco, dan Manchester City yang bermain dini hari tadi (16/3). Leicester tinggal menanti takdir lewat undian perempat final Liga Champions yang akan dilakukan besok (17/3) di Nyon Swiss.

‘Gigitan’ Leicester kepada Sevilla kemarin memang bikin jeri kontestan lainnya. Lihat saja komentar kiper kawakan Juventus Gianluigi Buffon seperti diberitakan Daily Mail kemarin. Buffon mewanti-wanti rekan timnya dengan permainan mengejutkan Leicester.

a�?Tim mana yang saya hindari untuk jadi lawan ? Leicester. Karena mereka sangatlah berbahaya dan gairah Leicester yang tinggi bisa menjadikan masalah bagi lawan mereka,a�? tutur Buffon.

Portiere 39 tahun itu mengatakan kepasrahan ala Leicester, karena tak mungkin mengulang kisah Cinderella dengan jadi juara di Premier League dan fokus di Liga Champions, sungguh menakutkan.

Sejak pergantian pelatih, Claudio Ranieri yang dipecat lalu diganti Craig Shakespeare pada 23 Februari lalu, Leicester trengginas lagi. Dari tiga laga bersama Shakespeare, dua di Premier League dan satu di Liga Champions, semuanya berhasil dimenangi.

Leicester tampil bertenaga di bawah pria 53 tahun tersebut. Gelandang Danny Drinkwater kepada The Guardian mengatakan, Shakespeare membuat strategi permainan jadi lebih simpel dan dipahami pemain. Formasi 4-4-2 ala Shakespeare tidak berfokus pada ball possession namun lebih pada efektifitas serangan.

a�?Kami mengenalnya dalam beberapa tahun dan beberapa diantara kami cukup mengenalnya. Kami mendukungnya dengan semua cara yang kami bisa,a�? tutur Drinkwater.

Kemenangan Shakespeare kemarin adalah yang pertama di ajang Liga Champions. Hebatnya dengan sekali menang itu, mantan asisten Hull dan Leicester City menyamakan diri dengan Bobby Robson dan Harry Redknapp. Yakni pelatih Inggris yang mengantar tim ke fase knock out Liga Champions.

Kiprah Leicester sampai babak perempat final ini dengan status debutan di Liga Chamipions memang istimewa. Namun bukan yang terspesial.

Masih ada Bayer Leverkusen (1997/1998), Lazio (1999/2000), Deportivo La Coruna (2000/2001), dan Tottenham Hotspur (2010/2011) yang juga berstatus debutan Liga Champions yang juga bertahan sampai delapan besar.

Sampai kemarin capaian paling wow untuk klub debutan dipegang Villarreal. Saat dilatih Manuel Pellegrini, pada musim 2005-2006, Villarreal berhasil mencapai semifinal. (dra/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka