Ketik disini

Bima - Dompu

Nunggak, Penghuni Rumah Singgah “Diusir”

Bagikan

KOTA BIMA – Rumah singgah yang disewa Pemerintah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu di Denpasar, Bali sudah tidak bisa ditempati lagi. Pasalnya, sewa rumah singgah bagi warga yang sedang berobat di Pulau Dewata ini rupanya belum dibayar. Akibatnya, sejumlah warga yang masih menempati rumah tersebut diusir.

“Saat saya mengantar istri berobat ke Denpasar, saya mampir ke rumah singgah. Tiba di sana ternyata warga sudah tidak boleh menempati rumah tersebut. Karena pemerintah belum bayar sewa,” ungkap Lurah Lelamas Zainul Arifin, kemarin (16/3).

Mengetahui hal itu, ia langsung melaporkan ke Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin. Wali kota langsung merespons dengan mengirim uang untuk membayar tunggakan dan biaya kontrakan.

Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin mengatakan kendala tersebut sudah tuntas. Rumah singgah bagi warga Bima dan Dompu di Denpasar telah dibayar.

“Untuk menyelesaikan persoalan administrasi Plt Sekda diutus ke Bali,” ujarnya.
Dijelaskan, sebelumnya pembayaran kontrak rumah singgah ini dibiayai bersama oleh Pemerintah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Pengelolaannya diserahkan kepada pengurus Forum Kerukunan Warga Bima-Dompu Bali.

Saat sekda bertemu pemilik rumah singgah, diketahui bahwa rumah singgah sudah lama tidak dibayar. Sehingga pemilik rumah mengambil kebijakan untuk mengeluarkan para penghuni.

“Alhamdulillah kini rumah singgah sudah bisa ditempati lagi. Setelah Plt Sekda membayar semua tunggakan dan biaya kontrak,” jelasnya.

Di sisi lain Syahrial menuturkan, wali kota berharap penghuni rumah singgah bisa menjaga ketertiban dan kebersihan. Karena ini untuk kepentingan bersama baik warga Kota Bima, Kabupaten Bima maupun Dompu. (nk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka