Ketik disini

Tanjung

Pemkab Diminta Siapkan Naskah Akademis

Bagikan

TANJUNGA�– Pembentukan BNN Kabupaten (BNNK) di Lombok Utara rupanya masih harus menunggu waktu lagi. Hal ini karena pemkab diminta untuk melengkapi beberapa data yang dibutuhkan pusat. a�?Ada persyaratan terutama kajian akademik yang perlu disempurnakan,a�? ujar Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto usai menggelar pertemuan dengan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar dan Kapolres Lombok Utara AKBP Rifai, kemarin (16/3).

Ditambahkan, Pemkab Lombok Utara memang sangat serius untuk membentuk BNNK karena hal ini sudah diusulkan sejak empat tahun lalu. Tapi sekarang masih dibutuhkan beberapa data tambahan. a�?Saya ke sini mau lihat kondisi riil. Karena data yang dikirimkan masih kurang, dan bisa segera dilengkapi supaya nanti kita perjuangkan ke tingkat pusat,a�? katanya.

Jika BNNK Lombok Utara sudah dibentuk tentunya bisa mengcover kawasan pariwisata khususnya di tiga gili. Namun menurut Sukisto, jika dilihat dari kondisi wilayah dalam hal jalur keberadaan jalur tikus (penyeberangan,Red) memang BNNK diperlukan. a�?Tadi bupati sudah bilang lahan dan SDM (sumber daya manusia) sudah disiapkan. Hanya data yang masih kurang,a�? tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan apa yang diminta BNN akan segera dilengkapi pemkab. Pihaknya sudah meminta jajarannya untuk menyiapkan data-data yang diminta tersebut, seperti data tentang pengguna dan kasus narkoba. a�?Segera kita sikapi. Besok kita akan siapkan secepatnya, karena BNN itu perlu ada di Lombok Utara,a�? katanya.

Ditambahkan, Lombok Utara ini memang sangat strategis untuk hal-hal penyalahgunaan narkoba. Terutama pos-pos pemeriksaan tidak ada khusus dari Bali ke Lombok Utara. Selain itu banyak sekali pelabuhan tikus yang bisa dimasuki siapapun tanpa diatasi.

Lebih lanjut, Najmul mengatakan, lahan yang sudah disiapkan sebagai kantor BNNK berada di Bangsal, Pemenang. Lokasi ini dipilih karena Bangsal sebagai pintu masuk ke tiga gili. Selain itu, tiga gili rawan dengan peredaran narkoba. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka