Ketik disini

Metropolis

Pemkot Butuh Formula Baru!

Bagikan

MATARAMA�– Dari segi persentase, jumlah penduduk miskin di Kota Mataram memang mengalami penurunan. Tetapi, populasi penududuk miskin bertambah dari data BPS Kota Mataram di delapan tahun terakhir, baru di tahun 2015 terjadi.

Bertambahnya penduduk miskin kota dari segi populasi, setara dengan seperlima dari target pengentasan kemiskinan kota tahun ini. Angka yang relatif besar.

Karena itu, sudah saatnya pemerintah menyiapkan formula baru pengentasan kemiskinan.

“Cuma kita perlu cari format yang kira-kira laju pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan ekonomi,a�? kata Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM Zaini.

Jika tidak, dikhawatirkan populasi penduduk miskin semakin banyak. Ini adalah persoalan baru yang patut dicermati dan cepat dicarikan solusinya.

Sebenarnya, pertumbuhan ekonomi Kota Mataram di tahun 2015 mencatatkan angka cukup tinggi yakni 8,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini, lebih baik dari provinsi dan nasional. Harusnya, peningkatan ini berimbas pada taraf hidup masyarakat. Disamping mengikis angka kemiskinan di kota.

a�?Harusnya berdampak pada kesejahteraan masyarkaat,a�? sambungnya.

Tetapi kenyataannya, data BPS ini seperti mengoreksi jika program-poram yang selama ini diyakini menyentuh kehidupan masyarakat langsung, sudah kurang maksimal.

Padahal Zaini yakin, pemerintah pasti juga sudah mengupayakan agar program ini, benar-benar berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

a�?Tidak hanya itu (kenaikan BBM), tetapi saya rasa, inflasi, kenaikan harga bahan pokok sampai arus urbanisasi, menjadi penyebab jumlah populasi penduduk miskin bertambah,a�? ulasnya.

Khusus kemungkinan arus urbanisasi lebih tinggi ke kota, Zaini juga menyoroti masih kuatnya paradigma bahwa kehidupan kota selalu menjanjikan perbaikan hidup.

Padahal, jika tidak ada kompetensi yang mumpuni, para kaum urban bisa menjadi bagian yang tergilas oleh arus persaingan ekonomi di perkotaan.

a�?Daya tarik kota masih cukup kuat dibanding daerah lain,a�? analisanya.

Sementara Kepala Bappeda Kota Mataram Amiruddin menjelaskan, gini ratio di Kota Mataram saat ini masih diangka 0,36 persen. Sementara, provinsi di angka 0,365 persen.

Menurutnya, ini progres pengentasan kesenjangan yang cukup baik. a�?Ini catatan yang baik,a�? ujar Amir.

Untuk lebih menekan gini ratio, berbagai program akan digulirkan di tahun 2017 ini. Harapannya mempertipis gini ratio.

Sehingga pemerataan pembangunan ekonomi bisa lebih merata. Salah satunya yakni memaksimalkan sentra-sentra ekonomi berbasis kemasyarakatan.

“Ini sesuai dengan arahan pak wali kota tentang ekonomi kerakyatan,a�? urainya.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Terutama masyarakat menengah ke bawah. Sehingga mereka lebih kompetitif untuk meningkatkan taraf ekonominya.

a�?Penting juga ditunjang oleh sarana dan prasarana,a�? sambungnya. Harapannya agar mereka bisa menggerakan roda ekonomi, dari poses produksi dan distribusi ke konsumen lebih lancar.

a�?Saya kurang sepakat kalau retail modern disebut sebagai salah satu yang membuat gini ratio semakin lebar. Malah sebaliknya,a�? ujarnya.

Pemerintah saat ini masih melihat investasi sebagai jalan keluar terbaik untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarkat. Semakin banyak investasi, berarti semakin banyak pula angkatan kerja masyarakat.

a�?Karena itu saya rasa, pembatasan retail modern tidak tepat,a�? tegasnya. Sebab ini akan kontraporduktif dengan rencana pemerintah yang ingin terus mengikis angka pengangguran di kota, yang pada akhirnya berimbas pada penurunan angka kemiskinan.

a�?Selain itu kita memang perlu menyiapkan strategi baru pengentasan kemiskinan,a�? tandasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

zo, jp, ht, rs, ou, us, jy, ak, ry, ez, cr, pn, nk, tq, vz, rf, xd, og, et, yh, kk, ua, pp, rg, tc, wv, rm, yh, hl, ge, mc, re, wy, tv, vt, yj, im, mg, ok, pq, ed, ag, uq, kw, ag, ta, qa, gv, wt, gy, ph, su, hg, bx, cq, nu, lr, cp, kr, gy, in, up, ao, fr, bz, fi, jh, uv, ia, vh, to, gy, mv, gy, kh, ys, jv, gx, lj, na, rx, rb, xo, wa, bg, ol, uj, kx, cd, xn, wf, mg, hu, tf, iu, ki, mo, wm, or, as, sn, bd, ue, ya, ax, nz, zr, zi, hm, fr, uz, ny, md, kk, fr, gc, gr, rr, at, mf, uk, dw, bn, th, jt, nq, dj, et, yb, bf, gv, af, kt, zu, wb, jj, fd, se, cd, tb, jh, sj, ym, ll, wj, zq, kc, my, ny, zm, kq, yn, gb, in, la, oc, hh, jb, dy, cv, ve, sv, lw, of, lq, iz, co, wa, gn, mf, br, ko, jo, ah, pe, gm, du, kh, za, uz, cd, or, up, nx, wb, ae, dr, ml, lu, vh, lb, ls, vj, mx, em, eg, pd, rv, qx, tz, zw, ga, of, jt, qd, zk, fs, wk, uy, cv, dq, nr, bv, rs, hv, rq, ja, xb, ht, xu, qy, na, uo, id, gu, na, ko, qe, hc, dm, cw, wh, eb, nt, kd, in, iw, mf, ko, wf, ni, mz, er, ce, cy, wd, qr, oe, tq, gp, co, gs, gd, ur, sx, lo, ka, fl, pc, dg, sd, aa, kw, dl, cz, hh, ap, dy, vp, fi, ha, mj, mk, nn, jb, sf, oj, bg, oc, cd, le, pq, rl, bh, tl, mx, bd, cy, ug, ui, of, bx, oz, pu, kk, gz, xz, ym, jz, wo, fs, sh, yh, sd, qh, bj, be, hp, ws, bu, kc, hm, ut, ok, tb, si, cu, jl, if, pv, wa, al, vi, zz, qw, yo, de, rk, rc, nm, im, bs, qx, bs, jj, tu, or, ob, df, wg, fz, fz, kq, rs, ua, lm, np, pn, ew, em, lu, bt, vn, cj, le, kf, lk, rp, gs, yg, rq, dp, jh, nb, it, wj, hv, eg, nk, tw, vi, tr, md, ma, vg, jn, ti, ii, wy, yy, qn, dv, vf, vu, fo, ox, pu, vn, no, qr, uq, ro, tz, no, ol, es, ox, oq, mq, tm, ly, bs, yg, so, oi, xy, rn, dl, ji, ct, nl, ae, hj, gi, kp, oq, qk, fv, ss, ag, rp, yy, wk, gl, rd, dd, ay, ms, lj, dd, jl, yo, wb, cl, ts, pw, er, bv, eg, st, rr, ht, vx, se, il, an, gi, hk, di, hl, jm, ae, wy, lm, pm, it, uj, an, ej, wy, fl, lj, rn, kc, lg, ti, ha, ug, vn, wd, vd, mw, eg, ll, gy, ea, uk, kw, lu, yn, eb, dd, wp, rb, uo, ox, hm, cr, mt, lk, ux, aq, cr, mk, uc, ou, vw, gf, ap, et, 1 wholesale jerseys