Ketik disini

Headline Politika

Berpeluang Usung Ahyar

Bagikan

MATARAM – Jika terbentuk, koalisi parpol poros tengah yang digagas PPP dikatakan bisa menjadi pintu bagi figur-figur nonpartai. Mereka bisa menggunakan koalisi tersebut sebagai kendaraan politik untuk berkontestasi Pilkada Serentak NTB 2018, khususnya Pilgub.

Menanggapi hal ini, Ketua DPW PPP NTB Hj Wartiah mengakui hal tersebut bisa saja terjadi. Karena dalam mengusung figur yang akan dijagokan di pilkada tidak mesti harus dari partai.

a�?Figur partai boleh, nonpartai juga boleh,a�? ujarnya, kemarin (17/3).

Hanya saja dalam koalisi tersebut, pihaknya maupun parpol lain belum membicarakan figur yang diusung. Masih sebatas pembicaraan koalisi antar partai. Dengan menjadi parpol poros tengah maka kekuatan parpol akan menjadi berimbang dengan parpol-parpol besar.

a�?Bayangkan saja dengan empat partai misalnya, cukup besar kekuatan kita,a�? kata Ketua Komisi V DPRD NTB ini.

Bahkan, dikabarkan selain nama-nama parpol yang sudah disebutkan, kemungkinan akan bertambah dengan masuknya Partai A�NasDem yang digawangi H Muh Amin. a�?Tapi kita masih tahan dulu, karena beliau (H Muh Amin, Red) masih sebagai wakil gubernur,a�? terangnya.

Diakui, ia sendiri telah mengkalkulasikan potensi menang jika berkoalisi dengan parpol poros tengah. Termasuk potensi bagi parpol-parpol besar yang berencana koalisi dengan parpol lain. Ia menilai koalisi ini mampu sebagai penyeimbang bagi parpol-parpol besar yang selalu merasa menang. a�?Anggap Demokrat dengan Gerindra, sesama delapan kursi hanya 16 kursi, kita 24 kursi jika masuk NasDem, PKS dengan Demokrat menjadi 14 kursi, maka penyeimbangan yang semakin kuat,a�? paparnya.

Dengan demikian, ia meyakini siapapun figur yang bakal diusung akan memiliki potensi menang lebih besar dari yang lainnya. Menyinggung adanya pembentukan koalisi yang dinilai terlalu dini dan diprediksi bakal pecah dalam perjalanannya, Wartiah membantah keras. Ia tidak ingin berspekulasi terlalu jauh mengenai perpecahan koalisi nantinya. Yang jelas pihaknya sedang menguatkan barisan dan bertujuan menang di Pilkad Serentak NTB 2018.

a�?Koalisi ini, Insya Allah akan kita gagas bersama menjadi kekuatan yang mampu menggetarkan NTB,a�? jelasnya.

a�?Justru bagus dilakukan sekarang, karena sudah waktunya mencari kriteria-kriteria figur,a�? tambah Wartiah.

Parpol poros tengah yang akan terbentuk sebagai sinyal bagi figur nonpartai, turut ditanggapi sejumlah figur bakal calon gubernur (bacagub). Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengaku baru mendengar parpol poros tengah yang digagas para pimpinan partai. Namun ia menyadari ini bagian dari dinamika politik menjelang suksesi lima tahunan tersebut.

Sinyal Ahyar untuk maju melalui koalisi parpol poros tengah sangat memungkinkan terjadi. Diakui, ia sudah berkomunikasi dengan pimpinan parpol di pusat dan daerah.

Seperti diketahui, belakangan ini Ahyar sudah bertemu dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PPP HM Romahurmuziy, serta petinggi parpol lain sebagai tindak lanjut. Namun untuk berkoalisi ini belum ada pembicaraan.

a�?Iya mungkin ini tindak lanjut pertemuan itu,a�? bebernya.

Menurutnya, koalisi antar partai ini mengartikan partai memiliki satu kesamaan dan satu tujuan. Dan ia akan ikuti mekanisme dan kebijakan yang telah ditetapkan partai. a�?Saya tetap ikuti kebijakan partai di pusat,a�? ujar wali kota dua periode itu.

Begitu juga dengan Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede. Melalui Ketua Tim Relawan Lalu Rudy Irham Srigede Lalu Wierrahman mengatakan, pihaknya akan ikuti aturan main jika parpol poros tengah terbentuk. Bahkan diharapkan koalisi dapat terealisasi sampai dengan akhir dan pendaftaran di KPU. a�?Tentunya kita harapkan koalisi ini tetap solid dan teruji menjelang pendaftaran KPU,a�? ujarnya singkat. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka