Ketik disini

Headline Metropolis

Kunjungan Kerja, Setahun DPRD NTB Habiskan Rp 10 Miliar

Bagikan

MATARAMA�– Bukan dewan namanya jika tidak keluar daerah, hampir setiap bulan wakil rakyat ini melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar.

Terbaru anggota dewan sedang berada di Jakarta untuk kunker Komisi.Sekretaris DPRD NTB H Mahdi menjelaskan, kunker itu dilakukan sudah sesuai jadwal dan agenda.

Kunjungan beberapa waktu lalu adalah kunjungan tiga Pansus Raperda, sementara kunker yang sekarang adalah berbasis komisi. Mereka menyebar ke beberapa instansi sesuai bidang masing-masing.

Seperti Komisi V yang menangani masalah TKI melakukan kunker ke BNP2TKI, Komisi IV ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas masalah bencana dan sumber daya air, Komisi III bidang keuangan ke Kementerian Keuangan.

Komisi I Kunker ke Komisi Informasi dalam rangka persiapan pemilihan komisioner KPI provinsi, dan Komisi II berkunjung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mahdi menjelaskan, intensitas berpergian ke luar daerah anggota dewan tergantung dari urusan dan jadwal yang sudah ditetapkan.

Dalam sebulan mereka bisa keluar dua kali. Kunker ini dijadwalkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD NTB sesuai kebutuhan kerja dari DPRD.

Jika Pansus butuh kunjungan maka dijadwalkan kunker Pansus. Demikian juga dengan komisi dan badan lainnya. a�?Paling banyak sebulan dua kali,a�? katanya.

Jumlah kunjungan setiap tahun tidak bisa diprediksi, tergantung dari agenda dan kebutuhan. Bisa saja dalam sebulan sekali atau dua kali, sekali kunjungan dalam daerah, sekali kunjungan ke luar daerah.

Sementara anggaran yang dialokasikan untuk kunjungan kerja dalam setahun ia tidak tahu persis. Tapi jika dihitung dari jumlah anggota 65 orang, setiap kunker menghabiskan Rp 700 juta hingga Rp 800 juta.

Jika dikali 12 bulan menghabiskan kurang lebih Rp 10 miliar. a�?Pokoknya lumayanlah untuk perjalanan,a�? katanya.

Setiap kali kunker, maka semua anggota yang masuk dalam komisi atau pansusA� harus ikut. Tidak bisa anggota lain tidak ikut, sehingga anggarannya juga butuh dana besar.

Sementara terkait sepinya gedung dewan saat ini, menurut Mahdi hal itu disebabkan kantor sekretariat sudah pindah ke gedung baru. Sehingga bila semua anggota dewan pergi ke luar, maka gedung akan menjadi benar-benar sepi.

Kalau dulu, gedung terlihat ramai karena pegawai sekretariat masih kerja di gedung itu. Meskipun ditinggal kunker banyak pegawai yang lalu lalang.

Tapi sekarang jika tidak ada anggota dewan, maka gedung akan menjadi sangat sepi. a�?Mereka pergi ya tidak ada orang, apalagi ruang bawah kosong sama sekali karena belum ditata,a�? katanya.

Ia berharap, akhir 2017 atau awal 2018 ruang fraksi sudah bisa pindah ke gedung itu. Sehingga tidak kosong lagi seperti saat ini. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka