Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Nutsafir Ikut Ajang MIHAS di Kuala Lumpur

Bagikan

MATARAM – Sukses menjadi pemenang peringkat ke-III tingkat nasional, membuat panganan Nutsafir Cookies semakin percaya diri. Panganan berbahan dasar kacang-kacangan ini bahkan terus berkiprah hingga level internasional.

a�?Dalam waktu dekat kami akan mengikuti pameran Malaysia Internasional Halal Showcase (MIHAS) di Kuala Lumpur pada 5 a�� 8 April 2017,a�? kata owner Nutsafir, Sayuk Wibawati kepada wartawan di Mataram kemarin (17/3).

Nutsafir Cookies merupakan salah satu panganan khas Lombok, NTB yang ikut dalam ajang Blueband Master Oleh-oleh pada Desember 2016. Bahkan, Nutsafir berhasil memenangkan kompetisi yang diiukuti 3.600 partisipan dari seluruh nusantara.

Nama Nutsafir Cookies pun kini sudah tembus pasar Internasional dan kembali dilibatkan dalam pameran di Kuala Lumpur Malaysia. Bagi sayuk, prestasi itu karuan membuat nama produknya terkenal. Sekaligus berimbas pada bisnisnya yang semakin berkembang.

a�?Saya juga sedang ekspansi ke beberapa provinsi di Indonesia baik Bali, Surabaya, Jakarta, dan Bandung,a�? ujarnya.

Selain ke Malaysia, produk Nutsafir juga akan masuk pasar India. Hanya saja, salah satu syarat yang cukup mengejutkan adalah tidak dibolehkan menggunakan telur sebagai bahan panganan. Masyarakat India umumnya merupakan vegetarian yang tidak mengkonsumsi hewani.

Tidak sekadar India, sebelumnya Nutsafir Cookies sudah sampai ke negeriA� tirai bambu, dan Belanda. Berbagai varian kue tersedia dengan kemasan yang kreatif. Ada cookies melinjo, kacang merah, coffenut, jagung, dan masih banyak lagi.

Cookies Nutsafir ini rasanya cukup memanjakan lidah dengan kelembutannya. Tidak heran jika produk yang diproduksi UD Safir ini diminati banyak pihak. Termasuk sejumlah hotel di Kota Mataram, pusat oleh-oleh, hingga pasar Internasional. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka