Ketik disini

Headline Sumbawa

Dandim Kecewa dengan Dinas Kehutanan

Bagikan

SUMBAWA– Penanganan kasus dugaan illegal logging di Kabupaten Sumbawa membuat Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM. Sumanto kecewa dengan Dinas Kehutanan. Alasannya, setelah dilakukan penahanan terhadap sejumlah truk yang mengangkut kayu dalam waktu lama, namun akhirnya dilepaskan. Alasannya, karena kayu itu dikatakan berasal dari luar kawasan hutan.

Kepada wartawan Letkol ARM Sumanto mengatakan, hal yang membuatnya kecewa,A� setelah kasusnya lama berjalan namun dihentikan di tengah jalan. Menurutnya,A� kalau memang saat diperiksa bersama-sama kayu itu sudah sesuai dengan suratnya, kenapa tidak dikeluarkan pada saat itu juga.

”Sudah berjalan tujuh bulan, baru sekarang bilang lengkap. Kita jangan sakiti masyarakat. itu mau saya,” ujarnya saat ditemui seusai kegiatan pisah kenal Kapolres Sumbawa, Sabtu (18/3) malam lalu.

Hal lain yang membuat Dandim kecewa adalah, tidak ada informasi yang jelas kepada TNI dari pihak Dinas Kehutanan terkait batas kawasan hutan di Kabupaten Sumbawa. Sehingga pihaknya mengaku tidak mengetahui mana yang termasuk hutan lindung, dan mana yang di luar kawasan. Bahkan beberapa waktu lalu dia sempat melakukan pertemuan dengan semua KPH. Dandim mengajak semua KPH untuk tetap berkomitmen memberantas illegal logging.

”Untuk batas kawasan, mereka hanya menunjukkan peta. Kalau orang awam bilang di situ hutan, dan menurut saya itu hutan, bukan milik masyarakat. Setiap kami cek katanya di luar kawasan. Akhirnya kita juga percuma. Kita tidak tahu mana sih hutan lindung. Kalau setahu saya di situ hutan, itulah hutan. Kalau di sini setelah dicek katanya di luar kawasan. Makanya kami agak kecewa sebenarnya sama KPH,” kata Dandim.

Terhadap hal ini, Dandim Sumbawa sudah bersurat ke Gubernur NTB. Dia meminta agar gubernur dapat membenahi institusi yang ada. Kalau memang diindikasikan ada oknum yang bermain, diminta untuk segera untuk dibenahi.

Diungkapkan, saat ini masih ada 23 truk pengangkut kayu yang dititipkan di Makodim Sumbawa. Truk tersebut sudah diamankan selama sekitar tujuh bulan dan saat ini masih menunggu proses hukum. Namun ketika ada lagi yang ingin dikeluarkan dengan alasan berada di luar kawasan, pihaknya akan memanggil para pihak terkait untuk memberikan penjelasan.

A�”Makanya setiap nanti pengeluaran truk, saya akan panggil kepala desa, panggil yang punya truk, siapa yang mengeluarkan. Saya ingin tahu batasannya sampai dimana. Jangan sampai setiap saya keluarkan dia sudah punya sporadik itu. Selama ini makanya saya kecewa terhadap penanganan masalah kasus ilegal logging ini,” pungkas Dandim. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka