Ketik disini

Kriminal

Dede Bantah Tuduhan Dirut PT Tripat

Bagikan

MATARAM – Polda NTB telah menetapkan Lalu Azril Sopandi Dirut PT Tripat Lobar sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui pesan facebook messenger. Tak terima dengan status tersangka yang dikenakan padanya, Azril pun melawan dengan mempraperadilkan Polda NTB di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

Dalam kasus ini, Polda NTB menjerat Azril dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE. Dia diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Lalu Dede Apriyadi.

Menanggapi Lalu Dede Apriyadi didampingi penasihat hukumnya Imam Sofian mengklarifikasi tudingan Azril. Dia menegaskan, pengaduan atau laporan yang disampaikan kepada Polda NTB berkaitan dengan tindak pidana UU ITE Nomor 11 Tahun 2008. Dia melaporkan karena sangat keberatan dengan perbuatan tersangka yang diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik.

a��a��Azril menyerang kehormatan saya dan keluarga saya,a��a�� kata dia saat memberikan klarifikasi kepada wartawan di Bandini kafe, kemarin (19/3).

Menurut Dede, Azril mengirim pesan itu via inbox Lalu Dede Apriyadi Desember lalu. Tepatnya, pada 19 Desember, tersangka Azril mengirim pesan yang dianggap mengandung unsur penghinaan dan menyerang kehormatan korban.

a��a��Pesan yang dikirim kepada saya itu berakibat buruk terhadap kehidupan sehari-hari saya dan keluarga,a��a�� terang dia.

Dede sempat menunjukkan salinan pesan pesan facebook messenger yang berbunyi.

a�?tolong kooperatif nanti kalo ada panggilan buat kamu bos. Agar tdk sy buat kamu jadi tersangka malinga��a�?

a��a��Kalimat itu dia kirim ke Inbox saya,a��a�� aku Dede sambil menunjukan fotocopy pesan facebook messenger yang dikirim Azril.

Azril juga mengirim pesan berkaitan dengan utang piutang. Dalam pesan itu, Azril mengancam Dede akan menjadikan terlapor atas kasus penipuan penyelesaian pekerjaan salah satu proyek.

Namun demikian Dede kembali menegaskan, laporan itu tidak ada kaitan dengan persoalan utang piutang antara dirinya dengan Azril. Menurutnya laporan tersebut murni tindak pidana UU ITE.

A�a��a��Saya tegaskan, kata-kata (pesan facebook messenger) tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan penagihan hutang seperti pernyataan Azril dan kuasa hukumnya di beberapa media,a��a�� kata dia.

Sementara, Kuasa hukum Dede, Imam Sofian menegaskan pula bahwa laporan tersebut berkaitan dengan UU ITE. Kini, sambung dia, kasus tersebut telah ditangani Polda NTB.

a��a��Saya hanya tegaskan kata-kata dalam pesan inbox itu tidak ada kaitan dengan penagihan hutang,a��a�� katanya.

Lebih lanjut, dia mengatatakan, kliennya sangat terbuka dan menunggu inisiatif dari Azril untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Dia mengaku pula kalau Azril pernah datang ke rumah kliennya dan meminta maaf.

a��a��Tapi tidak ada permintaan maaf secara tertulis, dia minta maaf secara lisan saja,a��a�� ungkapnya.

Sepulang dari itu, sambung dia, Azril tidak pernah datang lagi meminta maaf. Padahal, Dede masih membuka diri untuk berdamai.

a��a��Kami masih upayakan untuk damai,a��a�� pungkasnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka