Ketik disini

NASIONAL

Ribuan Bonek Lepas Kerinduan

Bagikan

SURABAYA – Ribuan Bonek yang hadir di Gelora Bung Tomo benar-benar meluapkan kerinduannya terhadap Persebaya Surabaya. Kerinduan itu mereka luapkan lewat berbagai aksi atraktif di tribun dan lapangan. Tribun selatan misalnya. Bendera berukuran raksasa ditampilkan pada awal laga. Bergambar logo wong mangap dengan latar belakang warna hijau putih, bendera raksasa itu menutup tribun bagian bawahnya. Penampakan bendera ini menyita ribuan suporter lainnya.

Tribun utara atau biasa disebut Green Nord 27′ tak mau ketinggalan.A� Mereka mempertontonkan koreografi berlatar warna hijau putih, dengan huruf V menutupi hampir seluruh tribun. Logo Persebaya pun tak ketinggalan dimunculkan di bagian tengah.

Chant-chant sepanjang laga juga tak henti-hentinya dinyanyikan. Yang patut diapresiasi, tak ada nyanyian dan chant bernada rasialis. Semua murni berisi dukungan terhadap Persebaya.

Syaiful Antoni, dirijen tribun utaraA� mengungkapkan, dia dan rekan-rekannya butuh waktu seminggu untuk mempersiapkan koreografiA� yang dinamaiA� Victory Persebaya itu.A� Butuh ribuan kertas warna hijau dan putih untuk mewujudkan koreografi tersebut. ”Konsepnya sudah dibuat jauh-jauh hari. Sabtu (18/3) diaplikasikan di tribun. Hari ini (19/3) eksekusinya,” kata Syaiful.

Dia menjelaskan koreografi itu khusus untuk laga Homecoming Persebaya saja. Selanjutnya, di laga-laga Liga 2, tribun utara sudah menyiapkan berbagai aksi koreografi ataupun 3D yang berbeda. ”Yang jelas semua kami lakukan untuk Persebaya. Biar pemain makin bersemangat,” ungkap pria yang akrab disapa Capo Ipul itu.

Aksi yang tak kalah menyita perhatian dilakukanA� Bonek bernama Slamet. Dia nekat melucuti seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan celana dalam saja. Lantas, tubuhnya diwarnai hijau, khas Persebaya.

Dia mengungkapkan,A� ide itu munculA� setelah Persebaya disahkan kembali oleh PSSI pada 8 Januari lalu. Slamet punya nazar, kalau Persebaya disahkan, dia akanA� lepas pakaian di dalam stadion. ”Ini nazar saya. Mau gak mau wajib dilakukan,” tegasnya.

Tak hanya suporter lokal. Laga kemarin juga diminati suporter asing.A� Salah satunya warga negara Jepang bernama Kota Yoshida. Pria yang sedamg melakukan penelitian bidang kedokteran di Surabaya ini, penasaran mendengar cerita heroisme Bonek saat memperjuangkan tim kesayangannya.A� ”Penasaran sama suasana stadionnya juga,” kata pria yang sudah setahun tinggal di Surabaya itu. Pria yang sudah fasih berbahasa Indonesia itu menambahkan pertandingan kemarin bakal jadi men terindah dalam hidupnya. Teriakan, aksi tribun, dan rasa persaudaraan Bonek membuatnya ingin kembali menonton laga Persebaya. ”Jika bisa saya bakal lihat lagi, ketagihan,” tuturnya. (rid/bas/JPG/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka