Ketik disini

Bima - Dompu

Ina Ka’u Mari Dimakamkan Seacara Adat

Bagikan

BIMAA�– Dr Hj Siti Maryam, 90 tahun putri Sultan M Salahuddin berpulang ke rahmatullah. Ina Ka’u Mari begitu sapaan akrab Hj Siti Maryam menghembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Bima, Sabtu (18/3) sekitar pukul 16.00 Wita.

Putri sulung Sultan Bima ke XIII ini bergelar Ruma Bumi Pertiga di Kesultanan Bima. Ina Ka’u Mari meninggal karena kondisi kesehatannya mulai drop sejak Rabu (15/3). Dari hasil diagnosa dokter, almarhumah mengalami kebocoran jantung.

Kabar kematian Ina Ka’u Mari ini mengundang perhatian sejumlah tokoh dan pejabat di NTB. Wali Kota, Wakil Wali Kota Bima dan Wakil Bupati Bima langsung melayat ke rumah duka. Karena jenazah almarhumah disemayamkan di Pandopo Bupati Bima, kompleks Museum Asi Mbojo.

a�?Ina Ka’u Mari ini orang tua bagi masyarakat Bima. Semasa hidupnya telah banyak berbuat untuk daerah dan negara ini,a�? ungkap Wali Kota Bima H M Qurais H Abidin di rumah duka, Pandopo Bupati Bima, Sabtu (18/13) sore.

Bumi Nggampo Kesultanan Bima Abdul Karim Ajis menceritakan, sebelum meninggal Ina Ka’u Mari sempat di rawat di Klinik dr Agung. Karena kondisi kesehatannya terus menurun, pihak keluarga kemudian merujuk ke RSUD Bima.

Sebelum meninggal almarhumah meminta jasadnya dikuburkan di pemakaman keluarga, kompleks Masjid Sultan M Salahuddin.

Bahkan menurut pria yang akrab disapa Dae Kero ini, sebelum meninggal almarhumah juga telah menitip semua urusan kesultanan pada Hj Ferra Amelia. Karena di Lembaga Adat Mbojo Hj Ferra sebagai wakil ketua.

a�?Semua urusan adat sudah diserahkan kepada Hj Ferra, putri Sultan Abdul Kahir yang merupakan saudara kandung almarhumah,a�? tuturnya.

Dae Kero mengaku, semasa hidupnya Ina Ka’u Mari telah mengabdikan diri untuk daerah dan bangsa. Bahkan almarhum terus sekolah hingga usia tua.

Tahun 2010 mendapat gelar sebagai wisudawanA� tertua bergelar doktor filologi di Universitas Padjadjaran. Almarhum merupakan pensiunan Asisten III Setda Provinsi NTB. Pernah menjadi anggota MPR RI 1987-1992 dan anggota DPR RI 1992-1997.

Salain itu sebutnya, saat ini almarhumah menjabat sebagai Ketua Umum Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Sekaligus salah seorang penggagas pemekaran dari Provinsi NTB.

Pemakaman DR Hj Siti Maryam dilangsungkan, Minggu (18/3) di halaman Masjid Sultan M Salahudin. Sebelumnya, jenazah telah dishalatkanA� oleh keluarga di Pandopo Bupati Bima. Sebelum dimakamkan, Hj Ferra Amelia membacakan riwayat hidupA� almarhum. Kemudian sambutan keluarga disampaikan Ferdiansyah Fajar Islam.

Prosesi selanjutnya, keluarga menyerahkan jenazah pada Dandim 1608 Bima didampingi Kapolres Bima Kota dan Kabupaten Bima.

Setelah diserahkan, jenazah almarhumah ditandu oleh pasukan gabungan TNI dan Polri menuju masjid Sultan M Salahuddin. Pengiringan jenazah dilakukan dua anggota Polwan Polres Bima Kota dan pasukan Suba dari Kesultanan Bima. Pasukan kesultanan ini membawa bendera Merah Putih dan Bendera Kesultanan Bima. Selama prosesi pemakaman suasana duka menyelimuti keluarga kesultanan dan para pelayat. Sampai di masjid, jenazah kembali dishalatkan.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP Eka Faturrahman SIK mengatakan, pemakaman almarhumah melibatkan TNI dan Polri. Karena Ina Ka’u Mari merupakan tokoh. a�?Beliau merupakan tokoh adat dan pahlawan. Sepantasnya beliau mendapat penghormatan,a�? sebut pria asli Bima ini. (dam/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka