Ketik disini

Giri Menang

Sopir Keluhkan Biaya KIR

Bagikan

GIRI MENANG – Kebijakan Pemkab Lombok Barat (Lobar) menaikkan tarif Pengujian Kendaraan Bermotor atau yang disebut KIR mulai tahun lalu mulai dikeluhkan para sopir. Mereka menganggap kenaikan tersebut tidak wajar.

Keluhan itu disampaikan para sopir yang tergabung dalam Perkumpulan Sopir Angkutan Pendesaan Wilayah Selatan. Menurut mereka kenaikan tarif itu sangat memberatkan. Apalagi di tengah penghasilan mereka yang terus mengalami penurunan.

Ketua Perkumpulan Sopir Angkutan Pendesaan Wilayah Selatan Nawiyah meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut. Sebagian besar sopir khususnya angkutan pendesaan di wilayah Kecamatan Kediri, Kuripan, Labuapi, Gerung, Lembar, dan Sekotong merasa keberatan dengan kenaikan retribusi KIR.

a�?Teman-teman selalu menanyakan itu kepada saya. Saya berharap pemerintah mengakaji ulang kenaikan ini,a�? ungkapnya, Sabtu (19/3).

Seperti diketahui Pemkab Lobar mulaiA� tahun 2016 telah menaikkan tarif uji KIR. Yang semula Rp 40 ribu, naik dua kali lipat menjadi Rp 90 ribu. Kenaikan tarif tersebut bahkan dianggap para sopir bisa mematikan usaha mereka.

Diakui Nawiyah atas kebijakan itu mereka hanya menirima saja dan tidak bisa berbuat banyak. Apalagi kenaikan itu sudah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup). Namun disayangkan, perbup itu kurang sosialisasi.

a�?Banyak teman-teman merasa kaget. Tiba-tiba saja naik 100 persen,a�? sesalnya.

Kepala Dinas Perhubungan Lobar Ahmad Saikhu membenarkan kenaikan tarif KIR. Dijelaskan kenaikan tarif tersebut sudah berjalan selama satu tahun.

a�?Itu sudah diatur dalam PerbupA� tahun 2016,a�? jelasnya.

Alasan kenaikan, pemerintah mempertimbangkan karena sudah hampir delapan tahun tarif KIR tidak terjadi perubahan. Lebih lanjut, diakui penyesuaian tarif tersebut juga sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab selama ini pihaknya juga ditargetkan bisa mendapatkan PAD lebih besar.

a�?Memang ada penyesuaian dengan situasi sekarang,a�? terangnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mencoba mengajak komunikasi para supir ini untuk menemukan solusi terbaik. a�?Nanti kita utus anggota. Sekali lagi, tidak ada apa-apa ini murni menyesuaikan kondisi,a�? tandasnya. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka