Ketik disini

Bima - Dompu

Warga Risa a�� Dadibou Rayakan Islah dengan Konvoi

Bagikan

BIMAA� a��A� Setelah berkonflik selama lebih dari 100 hari, warga Desa Risa dan Dadibou akhirnya islah. Perdamaian warga dua desa ini ditandai dengan konvoi keliling di Desa Risa dan Dadibou, Sabtu siang (18/3).

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), islah warga dua desa dihadiri oleh Kapolres Bima Kabupaten, Kapolsek Woha dan beberapa pejabat Polres Bima Kabupaten. Hadir juga Dandim 1608 Bima dan Danramil Woha, Camat Woha, Kades Risa dan Dadibou. Termasuk jugaA� perwakilan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Bima Kabupaten AKBP M Eka Fathurrahman menjelaskan, perkelahian remaja menjadi pemicu konflik. Eka mengimbau orangtua untuk membina dan mendidik anak, terutama akhlak mereka. Sehingga pertikaian antar warga bisa diredam.

a�?Saya berharap warga dua desa bersikap arif dan bijaksana, serta penuh tanggung jawab dalam menyelesaikan konflik ini,a�? katanya.

Sementara Dandim 1608 Bima Letkol Czi Yudil Hendro menuturkan, TNI dan kepolisian hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan islah tersebut. Ia berharap, kedepan tidak ada lagi konflik yang terjadi antara warga dua desa.

a�?Kami hanya menjadi fasilitator. Bagaimana kondisi keamanan kedepan, tergantung dari warga dua desa,a�? tegasnya.

Perwakilan dari warga dua desa meminta agar warga Desa Risa dan Didibou bijak dalam menyikapi setiap permasalahan yangA� terjadi. Sehingga tidak berdampak pada konflik antar warga.

Warga juga meminta agar Pospol Woha Barat diaktifkan. Untuk meminimalisir terjadinya pertikaian antar remaja, yang selama ini menjadi pemicu konflik antar desa.

a�?Mari kita kubur dalam a�� dalam ego pribadi. Setiap permasalahan yang terjadi, kita selesaikan dengan kepala dingin,a�? kata perwakilan warga, Wahab.

Dalam pertemuan tersebut, ada lima pernyataan kesepakatan damai. Sementara ikrar perdamaian dibacakan oleh beberapa perwakilan pemuda dari dua desa. Ikrar perdamaian berisi lima butir.

Diantaranya, tidak akan melakukan perbuatan saling bermusuhan, tetap saling menghormati satu sama lain dan hidup rukun. Kemudian, apabila terjadi perselisihan yang mengandung unsur pidana akan menyerahkan proses pada jalur hukum. Akan tetap menjaga keutuhan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI).

Apabila dilanggar sumpah tersebut, maka kedua kelompok warga yg bertikai akan dilaknat Allah SWT.

Usai ikrar islah dibacakan di kantor Camat Woha, dilanjutkan dengan konvoi bersama. Mereka mengelilingi wilayah dua desa dan saling memaafkan. Kegiatan islah tersebut diakhiri dengan salat zuhur dan doa bersama di Masjid At Taqwa Desa Dadibou. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka