Ketik disini

Giri Menang

Kenaikan tarif KIR Diklaim Sesuai Aturan

Bagikan

GIRI MENANG – Para sopir angkutan pedesaan (Angdes) di Lombok Barat yang sebelumnya mengeluhkan kenaikan tarif KIR nampaknya harus bersabar. Pasalnya permintaan mereka agar kebijakaan tersebut dikaji ulang nampaknya belum bisa terpenuhi.

Itu setelah Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Lobar Faturrahman menjelaskan, kenaikan tarif KIR sudah sesuai aturan. Hal itu sudah diatur dalam Undang-undang.

Dalam aturan tersebut, kabupaten/kota memiliki wewenang melakukan pengujian. Tujuannya, untuk menjamin keselamatan secara tehnis kendaraan. Dari pengujian tersebut juga ada garansi para sopir yang diberikan pemerintah.

“Uji KIR itu mencegah pencemaran udara dan kebisingan di jalan. Ini bentuk palayanan publik pemerintah kepada masyarakat,a�? terangnya, kemarin (20/3).

Soal kenaikan biaya, menurutnya tidak ada yang salah. Bahkan dia menganggap kenaikan tarif KIR di Lobar sangat rendah. Jika dibanding dengan tarif di wilayah kabupaten/kota lain di luar NTB jauh lebih tinggi.

“Tarif KIR di daerah-daerah lain seperti di Bandung dan Bali jauh lebih tinggi. Saya rasa kenaikan kita masih rendah,a�? tandasnya.

Kenaikan biaya pengujian kendaraan bermotor mulai tahun 2017 oleh Pemkab Lobar dikeluhkan para sebagian sopir khusunya sopir Angdes.

Para sopir menganggap, kenaikan tarif KIR yang semula Rp 45 ribu naik menjadi Rp 90 ribu mematikan usaha mereka. Disisi lain penghasilan mereka terus mengalami penurunan.

Karena itu mereka berharap kenaikan tarif baru disesuaikan berdasarkan kemampuan sopir dari kelas menengah ke bawah. Sehingga diharapkan bisa saling menunjang antara penumpang dan awak kendaraan. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka