Ketik disini

Feature

Mengenal Sabar Nababan, Tuhan dan Pendiri Agama Angkasa Nauli

Bagikan

Tak ada aktivitas Sabar Nababan yang mencolok, kendati dia baru tiga hari lalu mengaku telah diangkat sebagai Tuhan. Dia tetap menjalani profesinya sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Mataram. Namun, di sela itu semua, dia kini tengah menyusun kitab suci, yang akan menyempurnakan agama Angkasa Nauli yang baru dideklarasikannya.

***

TUBUH Nababan kekar, tapi sedikit gemuk. Kulitnya sawo matang. Belum lama mengaku sebagai Tuhan, dia masih terlihat berpenampilan santai. Jenggot dan rambutnya pun dicukur pendek dan rapi. Kemarin pun, dia tetap beraktivitas menunaikan tugasnya sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Dua tangannya dilingkari jam tangan dan gelang. Warnanya keemasan. Kacing baju sedikit dibuka di bagian dada. Tak ada yang mencolok pada dirinya. Dia tak beda dengan pria dewasa umumnya.

Dan Nababan sungguh bersemangat. Terutama tatkala diajak berbincang tentang agama Angkasa Nauli yang baru genap tiga hadi dideklarasikannya. Di ruang dosen Fakultas Teknik, Unram, dia ramah meladeni aneka pertanyaan.

Pria kelahiran 13 Juli 1971 di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ini bicara blak-blakan dengan logat Batak yang kental. Dengan sesama sejawatnya di ruangan itu pun, dia nampak sangat akrab. Tertawa lepas membicarakan banyak hal.

Saat ditemui, ia baru saja selesai mengajar mata kuliah Matematika Lanjut dan rangka listrik kepada mahasiswanya.

Ia sudah mengajar di Unram sejak Maret 2000, dan menempuh pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada jurusan teknik elektro, kemudian kembali mengajar pada Februari 2002. Ia sempat belajar S3 di Thailand tapi gagal sampai selesai. Ia mengaku kegagalan itu disebabkan karena terus menerus diganggu roh-roh.

a�?Saya bertarung dengan 39 roh, dan mengalahkan tiga roh terbaik dunia,a�? aku alumni Universitas Sumatera Utara ini.

Sabar Nababan menuturkan, latar belakang pendirian agama Angkasa Nauli adalah karena ia merasa bisa bicara dengan para roh. a�?Termasuk dengan roh tuhan,a�? katanya.

Antara lain Nababan merinci roh Tuhan Jahowa, roh kudus, roh Nabi Muhammad, dewa-dewa hingga setan dan iblis. Ia mengklaim bisa bicara jarak jauh di dalam hati, sehingga mulutnya tidak perlu komat kamit bicara roh yang dimaksudkannya.

Penjelasannya pun mulai menukik. Banyak dogma dalam agama Kristen Protestan yang salah. Sehingga ia mengusulkan hal itu melalui buku berjudul a�?Bicara dengan Tuhan, Nabi dan Arwaha�?. Buku itu kemudian dikirim ke petinggi-petinggi gereja di seluruh Indonesia. Tapi tidak ada yang menanggapi. Akhirnya ia publikasikan ke facebook baru kemudian banyak yang menanggapi. Dan yang terjadi kemudian, dia dihujat dari mana-mana. Ada pula yang menganggap dirinya sebagai lelucon paling lucu abad ini.

Terakhir pada Jumat 17 Maret, ia mengaku berdebat dengan Pendeta HKBP Binsar Olan Nababan. Sang pendeta memintanya tidak mengobok-obok dogma agama Kristen. Jika punya keyakinan, ia diminta keluar dari agama Kristen Protestan dan membuat agama sendiri. Sebab, jika tetap melakukannya maka akan diancam dengan penistaan agama.

Kemudian ia merenungi hal itu. a�?saya berkonsultasi ke Tuhan Jahowa sekitar setengah jam, dan mendapat ilham untuk mendirikan agama baru,a�? katanya.a�?Makanya langsung saya deklarasikan itu, hari itu,a�? katanya lagi.

Sejak saat itu, ia merasa sudah bukan orang Kristen lagi. Sebab, ia sudah punya agama baru yakni Angkasa Nauli yang dogma-dogmanya sudah dipublikasikan di facebook.

Ia menjelaskan, nama Angkasa Nauli diambil dari campuran bahasa Indonesia dan Batak. Angkasa artinya ruang angkasa tempat surga, sedangkan Nauli dari bahasa Batak yang artinya bagus. Dengan itu, fondasi agama tersebut diklaimnya sangat jelas. Sebab, surga baginya ada di angkasa.

a�?Kita hidup di dunia ini paling hanya 100 tahun, tapi kita akan kekal di angkasa,a�? katanya.

Salah satu visi agama Angkasa Nauli menurutnya adalah menjadikan agama Nauli menjadi pengakses terbesar ke luar angkasa. Sementara salah satu misi Angkasa Nauli adalah menjadi agama pertama yang disukai Tuhan Jahowa di antara agama-agama serumpun di dunia. Sebab, ia mengaku bisa bicara langsung dengan Tuhan Jahowa seperti seorang nabi. A�a�?Tapi saya bukan nabi. Tapi sudah diangkat menjadi Tuhan,a�? katanya.

Ia mengaku, penawaran untuk apa yang disebutnya sebagai a�?tuhana�? itu diterima sejak tahuan 2012. Saat itu ia dimita puasa juru selamat selama 31 hari. Tapi saat itu ia menolak, kemudian ditawarkan terus sehingga akhirnya ia menerima. Sejak saat itu, dia mengklaim roh dalam tubuhnya ada di angkasa, tapi masih terhubung dengan roh di bumi. a�?Saya bilang begini, kehendakmulah yang jadi,a�? katanya dalam logat khas Batak. Dia tak merinci lebih lanjut maksud kalimatnya itu.

Tapi, meski telah diangkat menjadi Tuhan, ia belum mendapat mukjizat karena ia merasa masih punya banyak dosa. Berbeda kata dia dengan Tuhan Yesus yang tidak memiliki dosa. Untuk mengetahui rohnya ada di angkasa ia bisa bertanya kepada para datu atau para normal.

Nababan menjelaskan, ajaran yang dibawa agama Angkasa Nauli hingga saat ini masih dikonsultasikan dengan Tuhan Jahowa, dan saat ini ia tengah menulis kitab suci. Namanya adalah a�?Kitab Kebenarana�?. Ia menegaskan, Agama Angkasa Nauli tidak menggunakan kitab suci Alkitab, atau kita agama lain. Tapi akan tetap mengadopsi beberapa kebenaran ajaran dari Alkitab Kristen, kemudian diberi catatan bahwa itu dari Alkitab.

a�?Saya pernah bertanya apakah akan mengadopsi kebenaran dari kitab Alquran, kata Tuhan Jahowa tidak usah, Alkitab saja,a�? klaimnya lagi.

Untuk saat ini ada dua ajarannya. Pertama a�?jujur dalam segala hal, bertobat secara total.a�? Maksudnya melalukan semua kehendak Tuhan dan mejauhi semua larangannya. Kedua, tentang pernikahan. a�?Nikahilah orang yang kamu cintai, dan cintailah orang yang kamu nikahi.a�? Maksudnya, menikah dengan yang seagama agar tidak ada lagi permasalahan. Selain itu, di dalam berpacaran tidak perlu bercumbu, sebab hal itu tidak diinginkan Tuhan Jahowa.

Selain itu, umatnya bisa meminum bir tiga gelas dalam satu hari. Bagaimana dengan arak? Maka kata dia, akan disesuaikan dengan kadar alkoholnya.

Saat ini pengikut ajaran agama Angksa Nauli baru enam orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menjelaskan, pada dasarnya Agama Angkasa Nauli beridri sendiri, tetapi dalam menyusun kitab dan ajaran akan mengadopsi dari ajaran Tuhan Yesus. Tapi tidak semua ajaran itu diambil, dan baginya inti ajaran semua agama itu adalah kebenaran. Ia tidak hanya menganggap agama baru yang dideklarasikan itu paling benar. Kristen kata dia juga benar. Tapi bagi orang kristen, Tuhan Yesus adalah juru selamat bagi orang Kristen.

a�?Kalau kami, juru selamatnya adalah saya, karena saya yang mengusulkan pembentukan surga kami,a�? katanya.

Dengan apa yang dilakukannya, Sabar Nababan mengaku tidak merasa sesat karena sudah memiliki agama sendiri. Dimana dirinya telah diangkat menjadi tuhan.A� Sebagai tuhan, ia mengaku baru bisa menyembuhkan penyakit kanker. TapiA� di alam angkasa, dirinya bisa menciptakan sesuatu di surga.

a�?Kami ingin umat Angkasa Nauli ini menjadi pelopor perdamaian, kami tidak mau ribut-ribut,a�? katanya.

Karena itu, saat ini ia berhenti memasang status di facebook agar tidak menimbulkan keresahan. Untuk itu saat ini, ia tengah mengajukan surat permakluman ke Kementerian Agama yang berisi surat pemberitahuan bahwa ada agama baru bernama Angkasa Nauli. Setelah mendapat izin baru kemudian akan menyebarkan ajarannya kembali. (SIRTUPILLAILI, Mataram/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka