Ketik disini

Kriminal

Penahanan Kadus Trawangan Dianggap Tidak Sah

Bagikan

MATARAM – Polda NTB kembali digugat dalam praperadilan. Selain menghadapi gugatan praperadilan dalam kasus dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kemarin (20/3) Polda NTB digugat pada kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Gili Trawangan, Lombok Utara.

Dalam sidang praperadilan yang dipimpin Ketua Hakim Didiek Jatmiko, di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin, Polda NTB diwakili pejabat sementara Kabid Hukum Polda NTB AKBP Deky Subagio. Sementara tersangka dugaan pungli diwakili penasihat hukumnya, Iskandar.

Iskandar mengatakan, alasan permohonan praperadilan berdasarkan tindakan kepolisian yang diduga menyalahi prosedur penyidikan. Terutama saat keluarnya surat penangkapan dari penyidik Ditreskrimsus Polda NTB terhadap tersangka Lukman.

Dalam surat penangkapan tersebut, penyidik tidak menyebutkan alasan penangkapan. Termasuk tidak adanya uraian singkat atas kejahatan yang dituduhkan kepada kliennya.

a�?Klien kami ditangkap sesaat setelah selesai pemeriksaan,a�? kata Iskandar, kemarin.

Keterangan itu, lanjut dia, berbeda dengan uraian surat penangkapan yang berbunyi a�?dan membawa ke kantor polisi tersebut di atas untuk segera dilakukan pemeriksaan, karena diduga keras melakukan tindak pidan korupsia�?. Uraian tersebut dinilai Iskandar, seolah-olah mengatakan kliennya ditangkap di luar kantor polisi.

a�?Jadi kami anggap surat penangkapan itu tidak sah. Karena tersangka tidak pernah tertangkap tangan , sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 18 Ayat 2 KUHAP,a�? bebernya.

Selanjutnya, jika melihat Pasal 18 Ayat 3 KUHAP, penyidik seharusnya menembuskan surat penangkapan kepada keluarga yang bersangkutan. Namun tembusan surat penangkapan rupanya tidak pernah diserahkan kepada keluarga.

a�?Karena itu, penahanan yang dilakukan penyidik juga tidak sah,a�? ujarnya.

Sementara itu, pejabat sementara Kabid Hukum Polda NTB AKBP Deky Subagio mengatakan akan memberikan jawaban atas poin praperadilan yang diajukan tersangka Lukman, pada hari ini.

a�?Besok (hari ini, Red) akan kami berikan jawabannya,a�? katanya singkat. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka