Ketik disini

Ekonomi Bisnis

11.634 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty

Bagikan

MATARAM – Baru sekitar 11.634 Wajib Pajak dari total 458 ribu Wajib Pajak se-Nusa Tenggara yang telah memanfaatkan amnesti pajak sampai dengan tanggal 20 Maret 2017. Total realisasi uang tebusan amnesti pajak di Nusa Tenggara mencapai Rp 304,54 miliar.

a�?Wajib pajak yang baru ikut ini berkisar 2,5 persen dari seluruh jumlah wajib pajak terdaftar,a�? kata Kepala Kanwil DJP Nusra Suparno pada media di kantornya kemarin (21/3).

Ia menjelaskan, Kanwil DJP Nusra mencatat nilai tebusan amnesti pajak dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah mencapai Rp 96,54 miliar hingga Maret 2017. Provinsi NTB tercatat sebanyak 5.479 wajib pajak yang telah memanfaatkan amnesti pajak dengan nilai uang tebusan sebesar Rp 159,38 miliar.

a�?Dengan Rp 48,91 miliar berasal dari 3.287 wajib pajak UMKM,a�?ujarnya.

Wajib pajak di NTT yang memanfaatkan amnesti pajak 6.155 wajib pajak dengan nilai uang tebusan Rp 145,16 miliar. Yang berasal dari 4.210 wajib pajak UMKM senilai Rp 47,63 miliar. a�?Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan demi keberhasilan program amnesti pajak,a�? jelasnya.

Pihaknya mengimbau wajib pajak yang belum memanfaatkan amnesti pajak untuk mengambil kesempatan hingga batas akhir amnesti pajak 31 Maret 2017. Karena selesai masa amnesti pajak Direktorat Jenderal Pajak akan fokus dan konsisten dalam menjalankan Pasal 18 Undang-Undang Pengampunan Pajak. Bila nantinya Direktorat Jenderal Pajak menemukan data informasi mengenai harta wajib pajak yang diperoleh sejak 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015, dan belum dilaporkan dalam surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan, maka harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diperoleh wajib pajak.

a�?Bila kami menemukannya maka akan dikenai pajak dan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bidang perpajakan,a�? katanya.

Sementara itu dalam kesempatan ini pihaknya juga menyampaikan untuk memberikan kesempatan pada penunggak pajak di atas Rp 100 juta untuk memanfaatkan program tax amnesty ini. Sebab kini DJP Nusra lagi mengincar wajib pajak yang telah menunggak di atas Rp 100 juta.

a�?Kalau sekarang kami masih mendorong yang menunggak untuk ikut tax amnesty,a�? jelasnya.

Tindakan tegas telah dilakukan oleh Kanwil DJP Nusra kepada salah satu wajib pajak asal Dompu dengan di gijzeling (penyanderaan) di Lapas Mataram. Namun karena tidak ada niat baik dari wajib pajak yang bermasalah ini maka dilanjutkan untuk memberi efek jera dengan memindahkannya ke Lapas Batu Nusakambangan. Mereka melihat wajib pajak ini mampu untuk membayar tunggakan pajaknya, namun tidak ada niat baik untuk melunasinya.

a�?Semoga dengan memindahkan tempat penyanderaan, yang bersangkutan (RS) punya niat baik untuk membayar kewajibannya,a�? jelasnya.

Wajib pajak yang berprofesi sebagai pengusaha di Kabupaten Dompu memiliki utang pajak senilai Rp 4,3 miliar. DJP Nusra sudah memberikan peringatan untuk memanfaatkan program amnesti pajak, namun yang bersangkutan tidak mengindahkannya. Padahal bila memanfaatkan tax amnesty, yang bersangkutan hanya perlu membayar Rp 2,9 miliar karena Rp 1,4 miliar akan terhapuskan.

a�?Kami menunggu niat baiknya, mulai program amnesti pajak tahap pertama hingga tahap kedua, namun tidak juga membayar,a�? ujarnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka