Ketik disini

Tanjung

Bupati Akan Kumpulkan Kades Se-KLU

Bagikan

TANJUNGA�– Tim Saber Pungli Lombok Utara pekan lalu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Desa Sambik Elen. Dalam OTT tersebut, diduga ada pungutan liar yang dilakukan terkait pengambilan sertifikat milik masyarakat.

Menanggapi hal ini, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar kepada wartawan mengatakan, setiap perisitiwa harus diambil hikmahnya. Dan dengan kasus pungli yang disangkakan kepada staf desa di Desa Sambik Elen, seluruh kades diharapkan meningkatkan kehati-hatian.

Najmul juga mengungkapkan akan mengumpulkan Tim Saber Pungli, seluruh Kades, dan SKPD untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pungli. a�?Besok (hari ini, Red) saya undang semuanya. Kita bicara yang mana sih yang dimaksud pungli itu,a�? tandasnya.

Lebih lanjut, Najmul mengatakan, dengan pertemuan tersebut diharapkan seluruh desa maupun SKPD tahu dan paham apa itu pungli dan masing-masing bisa lebih berhati-hati lagi. a�?Ini juga agar mereka punya indikator dalam menentukan kebijakan,a�? katanya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKaD) Lombok Utara Budiawan yang ditemui di kantor bupati mengungkapkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan seluruh kepala desa untuk melakukan beberapa perubahan Perdes.

Khususnya yang terkait dengan pungutan pengurusan administrasi. Karena saat ini segala macam pungutan administrasi sudah tidak diperbolehkan lagi.

Untuk diketahui, OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli Lombok Utara di Desa Sambik Elen terjadi Sabtu (18/3) lalu. Dalam OTT tersebut, tim mengamankan 43 sertifikat yang diterbitkan tahun 2015 dan 136 sertifikat yang diterbitkan tahun 2016 dari rumah staf desa HA (inisial, Red).

Selain itu, tim juga mengamankan uang tunai sejumlah Rp 1,8 juta dan dari hasil pengembangan mengamankan juga Rp 11.450.000. Dalam OTT ini, diduga ada pungli dengan modus meminta biaya Rp 600 ribu kepada masyarakat yang akan mengambil sertifikat yang sudah diterbitkan tersebut. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka