Ketik disini

Headline Sumbawa

Ikhwan Minta Penangguhan Penahanan

Bagikan

SUMBAWA– Setelah resmi ditahan Polres Sumbawa, Dirut PD BPR NTB Cabang Sumbawa Ikhwan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Permohonan ini dilayangkan oleh kuasa hukumnya ke Polres Sumbawa, kemarin (21/3).

Kuasa hukum Ikhwan Sobaruddin yang ditemui di Polres Sumbawa mengatakan kliennya sudah dinyatakan sebagai tersangka. Bahkan, penahanan terhadap kliennya juga sudah dilakukan sejak Senin (20/3) sore lalu.

”Hari ini kami selaku kuasa hukum beliau (Ikhwan, red) memperjuangkan hak-hak klien kami,” ujarnya kepada wartawan, kemarin(21/3).

Pihaknya juga menyampaikan surat permohonan penangguhan penahanan. Istri Ikhwan, saudara dan salah seorang dewan pengawas BPR menjadi jaminannya. Mereka menjamin bahwa Ikhwan tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya. Mereka juga menjamin bahwa Ikhwan akan selalu kooperatif apabila kembali dipanggil untuk dimintai keterangan.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Elyas Ericson bahwa pihak kepolisian akan melakukan gelar terkait permohonan ini. Karena banyak pertimbangan untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ini. Seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya.

”Secepatnya akan kami gelarkan,” katanya.

Seperti diberitakan, Ikhwan resmi ditahan polisi setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini berawal saat pengadaan mobil di PD BPR NTB Cabang Sumbawa, pada 2016 lalu. Kemudian ada cash back pembelian mobil itu sekitar Rp 70 juta. Dana ini masuk ke rekening BPR NTB Cabang Sumbawa. Dana tersebut lalu
ditarik keseluruhannya, kemudian diminta agar dana tersebut dimasukkan ke dalam rekening oknum pejabat di bank tersebut. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka