Ketik disini

Kriminal

Jaksa Klarifikasi Kadiskop dan UMKM NTB

Bagikan

MATARAM – Kejati NTB terus meminta keterangan sejumlah saksi terkait kasus dugaan penyimpangan dalam pengadaan alat pengering gabah (vertical dryer). Kali ini, jaksa memanggil Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Budi Subagio.

Pemanggilan mantan pejabat Dinas Pertanian NTB ini karena dianggap mengetahui pengadaan alat pengering gabah. Saat proyek bergulir, Budi menjabat salah satu kepala bidang di Dinas Pertanian NTB.

Saat memenuhi panggilan jaksa, dia datang menggunakan mobil dinas DR 30 dan memarkir di belakang kantor kejaksaan.

Budi yang datang mengenakan pakaian dinas, langsung menghadap jaksa di bagian pidana khusus di lantai dua Kejati NTB. Proses klarifikasi terhadap budi Budi cukup lama. Dia berada di ruang jaksa dari pagi dan berakhir sekitar pukul 14.10 Wita.

Informasinya, dia dimintai keterangan seputar pengadaan alatA� pengering gabah yang diduga menyimpang. Mengingat, dalam pengadaan itu ada sebagian penerima yang dialihkan.

Seperti penerima bantuan di Sayang-Sayang. Bantuan alat pemipil jagung yang diberikan kepada kelompok tani itu dialihkan kepada kelompok tani di Lombok Barat. Seharusnya, alat itu jatah untuk kelompok tani di Kota Mataram.

Usai menjalani pemeriksaan, Budi enggan diwawancara. Ketika ditanya terkait pemeriksaan tersebut, dia tidak menjawabnya dan langsung pergi menuju tempat parkir mobilnya.

a��a��Nanti, nanti di kantor,a��a�� kata dia menjawab Lombok Post dan langsung pergi sambill menenteng tas berisi kertas.

Sementara, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan Budi belum bisa memberikan komentar lebih jauh. Karena kasus ini masih dalam tahap penyidikan.

Kendati demikian, dia tidak menampik jika Budi diperiksa terkait kasus pengadaan alat pengering gabah.

A�a��a��Iya, memang ada salah seorang pejabat yang dipanggil,a��a�� kata dia membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB itu.

Diketahui, anggaran pengadaan alat pengering ini berasal dari APBD. Pengadaan itu sendiri dilaksanakan dinas terkait dengan melibatkan pihak ketiga. Khusus untuk pengadaan alat pengering ini, anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 6,5 miliar. Mesin pengering dibagikan kepada kelompok tani yang tersebar di 10 kota dan kabupaten NTB.

Pengadaan itu sendiri diikuti 43 perusahaan. Sementara, perusahaan yang keluar sebagai pemenang yakni UD HR (Inisial). Untuk satu unit alat pengering gabah maupun pemipil jagung nilainya sekitar Rp 935 juta.A� (dit/jlo/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka