Ketik disini

Tanjung

SKPD Lelet Masukkan Paket Lelang

Bagikan

TANJUNGA�– Memasuki akhir triwulan pertama, tercatat baru dua SKPD yang sudah memasukkan dokumen paket lelang di ULP. Untuk itu seluruh SKPD diharapkan bisa segera menyerahkan dokumen paket proyek guna menghindari keterlambatan dalam tahapan pelaksanaan dan berdampak dalam realisasi. a�?Dua SKPD yang sudah memasukkan. Itu Dinas PU sama Sekretariat Dewan,a�? ujar Asisten II Setda Lombok Utara Hermanto, kemarin (21/3).

Hermanto menjelaskan, sudah ada 14 paket yang dmasukkan seperti sepuluh untuk jasa konsultan, dua fisik, dan dua pengadaan. Untuk itu, kepala SKPD diminta secepat mungkin untuk memasukan usulan ULP bisa melakukan proses lelang baik jasa konsultan, pengadaan barang terutama proyek fisik. a�?PU akhir bulan in akan memasukkan juga dokumen paket proyek yang akan dilelang,a�? katanya.

Ditambahkannya, SKPD lainnya masih belum mengajukan, sedangkan untuk yang mengajukan SIRUP tercatat baru sepuluh. Pengajuan cepat ini supaya pelelangan paket tidak tergesa-gesa sehingga tidak berimbas terhadap pelaksanaan.

Untuk mekanisme pengusulan mulai dari SKPD yang masuk ke LPSE selaku pemegang server. Baru selanjutnya masuk ke ULP untuk proses pelelangan. Perusahaan yang ingin ikut lelang juga bisa ikut dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Selain itu perusahaan juga harus berani memberikan jaminan pekerjaan yang baik.

Hermanto berharap seluruh SKPD juga bisa segera menunjuk PPK, pengisian SIRUP dan pelaksanaan harus sesuai dengan DPA.

Menurutnya, kunci pelaksanaan proyek lancar tergantung dari masing-masing SKPD dalam mengajukan pelelangan, jangan sampai ada tender ulang kemudian terhambat karena tender butuh waktu lama.

Memang semua SKPD telah memiliki jadwal sesuai di draft DPA untuk mengajukan paket tersebut. Untuk mengetahui jadwal masing-masing SKPD pihaknya sudah meminta agar mengetahui kapan pelaksanaan dan pihaknya bisa berkoordinasi cepat. Menurutnya, jika paket jasa konsultan sudah masuk maka bisa dipastikan paket fisik akan banyak masuk.

Lebih lanjut, Hermanto mengatakan, pelaksanaan proyek ditargetkan November sudah tuntas, sehingga pada Juli semua jenis proyek yang masuk ke ULP sudah selesai tahap pelelangan. Kecuali paket-paket proyek yang bersumber dari DAK karena harus menunggu juklak dan juknis.

Jika terjadi keterlambatan eksekusi bukan disebabkan di proses pelelangan, namun tergantung kecepatan SKPD memasukan paket-paket proyek untuk dilelang. Jika SKPD cepat, maka proses lelang pun akan lebih cepat juga. Karena RUP semuanya sudah selesai pada awal tahun. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka