Ketik disini

Ekonomi Bisnis

UUS Bank NTB Salurkan BSPS

Bagikan

MATARAMA�– Unit Usaha Syariah (UUS) Bank NTB ditunjuk untuk menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) SNVT Penyediaan Perumahan di NTB. Penyaluran ini kerja sama antara UUS Bank NTB dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (PP) NTB yang dananya disalurkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dirjen Penyediaan Perumahan.

a�?UUS Bank NTB sebagai bank mitra untuk menyalurkan dana perbaikan rumah tidak layak huni yang bersumber dari APBN tahun 2017,a�? kata Direktur Unit Usaha Syariah Bank NTB Saharuddin belum lama ini.

UUS Bank NTB mendapat kepercayaan sebagai penyalur dana sebesar Rp 51 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bagi warga miskin di NTB. Pihaknya memperoleh kepercayaan dari pemerintah setelah melalui berbagai proses audiensi dan bersaing dengan sejumlah bank lain.

a�?Dalam proses audiensi, kami memaparkan berbagai keunggulan UUS Bank NTB, dan akhirnya kami mendapatkan kepercayaan itu,a�? katanya.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah akan dibayar dengan komitmen kuat dalam rangka mendukung program pengentasan kemiskinan di NTB. UUS Bank NTB juga sudah berpengalaman sebagai bank yang ditunjuk menyalurkan dana bantuan operasional sekolah, dana program Kartu Indonesia Pintar, dan program penyaluran dana dari Kementerian Agama.

Ditargetkan sebanyak 3.400 unit rumah tidak layak huni akan mampu diperbaiki dengan cepat, tepat dan mudah. Mekanismenya, dana yang masuk ke UUS Bank NTB akan disalurkan kepada pengusaha bangunan yang telah ditunjuk untuk menyediakan bahan bangunan yang dibutuhkan.

a�?Penerima bantuan tidak menerima uang tunai, namun menerima barang sesuai dengan yang diajukan,a�? jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman NTB I Gusti Bagus Sugiartha mengatakan Kemenpupera mengalokasikan anggaran sebesar Rp 51 miliar untuk memperbaiki 3.400 rumah tidak layak huni hingga akhir 2017.A�Masing-masing rumah tangga sasaran yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota mendapatkan bantuan stimulan senilai Rp15 juta. Pelaksanaan perbaikan rumah juga tidak melalui proses tender atau dikerjakan oleh kontraktor, namun dilakukan oleh penerima bantuan bersama masyarakat setempat secara bergotong-royong.

a�?Dalam program perbaikan rumah tidak layak huni tersebut diharapkan ada peran serta masyarakat untuk saling membantu,a�? ujarnya.
Program perbaikan rumah tidak layak huni tersebut sebagai salah satu upaya menekan angka kemiskinan dari sisi perumahan. Di samping penyediaan kebutuhan dasar lainnya, seperti air bersih dan listrik.A�Sehingga nantinya rumah masyarakat yang ada di NTB agar bisa semua layak untuk dihuni. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka