Ketik disini

Sportivo

Ancam Tak Berikan Anggaran

Bagikan

MATARAM – Dana hibah dari pemerintah Rp 4,5 miliar segera cair. Anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan Pelatda Mayung, dan sebagiannya diberikan kepada masing-masing cabang olahraga (Cabor) Rp 15 juta.

Namun tak semua Cabor akan diberikan bantuan anggaran. Khususnya, bagi Cabor yang belum menggelar Musda dan SK kepengurusannya mati.

Berdasarkan data KONI, ada beberapa Cabor yang SK kepengurusannya mati. Untuk itu, KONI NTB memberikan ultimatum bagi Cabor yang belum Musda.

“Ya, mereka tidak bisa menerima anggaran kalau kepengurusan organisasinya sudah berakhir dan tidak melaksanakan Musda,” tegas Ketua KONI NTB Andy Hadianto kepadaA�LombokA�Post, Rabu (22/3).

Dia mengatakan, anggaran yang diberikan kepada Cabor tersebut keputusan dari rapat anggota yang dibahas Desember 2016 lalu. “Jadi, harus kita berikan ke Cabor anggaran. Dan anggaran itu sudah kita masukkan dalam proposal dan membahasnya di Dispora NTB,” jelasnya.

Dia menyarankan, bagi Cabor yang SK kepengurusan telah berakhir agar segera menggelar Musda. “Bukan hanya tidak mendapatkan anggaran. Hak untuk memilih Ketua KONI NTB juga akan hilang,” bebernya sambil mempertegas hal itu sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.

Dari data yang dikumpulkan koran ini, ada beberapa cabor yang SK kepengurusannya sudah berakhir. Diantaranya, Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI), Badan Pembina Olahraga Pegawai Negeri (Baporkopri), Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki), Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), dan Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi). Selain itu, A�ada juga beberapa cabor yang sudah melewati masa SK kepengurusan. Namun, masih diberikan peluang untuk memperpanjangnya. Seperti, A�Cabor Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) yang SK kepengurusannya mati terhitung 8 September 2016 lalu. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka