Ketik disini

Metropolis

Bank Sampah Tunggu Payung Hukum

Bagikan

MATARAM – Kantor Bank Sampah Lisan di Ampenan yang merupakan milik Dinas LH Kota Mataram hingga kini masih nihil aktivitas.

Digadang-gadang sebagai tempat pemilahan sampah yang bisa mengurangi volume sampah buangan, nyatanya hingga kini fasilitas tersebut masih tampak tak bertuan.

“Memang belum kita fungsikan,” kata Kadis LH Kota Mataram Irwan Rahadi, kepada Lombok Post, kemarin.

Dia menjelaskan, jika memaksakan operasional saat ini, boleh jadi langkah yang diambil akan disalahkan. Tak hanya menyalahi aturan, bisa saja hal itu masuk dalam kategori pungli.

Karena itulah pihaknya masih menunggu payung hukum yang jelas berupa perda/perwal agar nantinya apa yang dikerjakan di sana tak salah secara aturan.

Rencananya kantor tersebut akan menjadi semacam UPTD yang menunjang kinerja Dinas LH Kota Mataram.

Selain bank sampah lisan, ia juga sudah mengajukan rencana serupa pada Laboratorium Lingkungan yang ada di Lingkar Utara. a�?Kalau sudah jelas secara aturan, baru kita bisa bergerak,a�? ujarnya.

Pemilahan sampah organik dan non organik menjadi hal yang akan dilakukan di UPTD Bank Sampah Lisan nantinya.

Dengan pola kemitraan, UPTD tersebut bahkan diyakini bisa memberi tambahan PAD bagi daerah melalui pengolahan sampah untuk dijual kembali.

Sedangkan untuk Laboratorium Lingkungan, tugasnya lebih pada fungsi pengawasan dan pengendalian lingkungan terhadap pencemaran.

a�?Misalnya sungai yang akan diawasi dan diteliti,a�? jelasnya.

Pihaknya kini tinggal menunggu kelanjutan proses pasca pengajuan draf beberapa waktu lalu. Hal itu dibenarkan Kabag Ortal Setda Kota Mataram I Nyoman Swandiyasa.

Ia mengaku masih memproses draf yang masuk itu.

UPTD dikatakan merupakan kebutuhan dinas untuk membantu beban tugas yang besar. Khusus kasus LH, dua pengajuan itu sedang digodok rancangannya.

Bank Sampah Lisan maupun Laboratorium Lingkungan menurutnya memang diperlukan dalam rangka menangani persoalan sampah dan pencemaran lingkungan kota.

a�?Yang diajukan sangat relefan, sekarang tinggal kami godok dan segera rampungkan,a�? ujarnya.

Membutuhkan waktu hingga beberapa hari ke depan sebelum aturan berbentuk perwal itu disahkan.

Bekerja sama dengan bagian hukum, ia mengatakan pembahasan dengan tiga pihak itu bakal diintensifkan dalam beberapa hari ke depan.

“Setelahnya kita naikkan ke pak wali, kalau normal April sudah jadi,a�? lanjutnya.

Hal senada dikatakan Kabag Hukum Setda Kota Mataram Mansur yang menjelaskan pihaknya kini tengah bekerja melakukan sejumlah perbaikan draf.

Pembahasan bersama, penyesuaian, dan penyempurnaan terus dilakukan, sebelum akhirnya aturan itu akan menjadi pegangan resmi.

“Masih dalam pembahasan semua, semoga segera rampung,a�? jawabnya singkat. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka