Ketik disini

Tanjung

Ini Memalukan!

Bagikan

TANJUNGA�– Ratusan PNS di lingkup Pemkab Lombok Utara terjaring razia yang dilakukan Satpol PP, kemarin (22/3). Razia yang dilakukan ini tindak lanjut dari surat edaran bupati terkait disiplin pegawai.

Plt Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Lombok Utara Muldani mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima masih banyak PNS yang telat masuk kantor dan keluyuran saat jam kerja. a�?Karena itu kita lakukan razia berdasarkan SE bupati yang merujuk PP Nomor 53 tentang PNS,a�? ujarnya.

Dalam razia tersebut, 126 PNS yang dianggap melanggar aturan dan masih berkeliaran setelah jam masuk kantor pukul 07.30 Wita berhasil dijaring. a�?Sebenarnya jam masuk jam tujuh, tapi karena banyak PNS dari Mataram kita toleransi hingga 07.30 Wita,a�? katanya.

Ditambahkan, razia digelar di tiga lokasi yakni di depan kantor BPS, depan pasar Tanjung dan depan SMKN 2 Pemenang. Di lokasi pertama ada 68 orang yang terjaring, sedangkan di lokasi kedua 24 orang terjaring, dan di lokasi terakhir ada 25 orang yang terjaring. Dari tiga lokasi tersebut mayoritas masih banyak pegawai yang masuk kantor lebih dari jam tersebut. Terlebih para pejabat eselon III dan II juga ada yang kedapatan telat masuk kantor dengan alasan beragam. a�?Dari tenaga kontrak hingga PNS setara kabid ada yang kena razia. Alasan mereka terlambat karena perjalanan, alasan ini sebenarnya tidak bisa dibenarkan,a�? katanya.

Lebih lanjut, Muldani mengatakan, tindak lanjut atas pelanggaran itu, pihaknya akan memberikan data tersebut kepada bupati. Nantinya, jika diketahui PNS tersebut melanggar hingga lima kali maka akan ada sanksi berat bagi yang bersangkutan. a�?Dalam PP kalau terlambat masuk kantor maka tunjangan dipotong empat persen. Tapi kalau terlambatnya terus-terusan bisa dipotong sampai 10 persen,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka