Ketik disini

Headline Metropolis

Isu Tsunami Bikin Geger

Bagikan

MATARAM – Warga Kota Mataram dikejutkan dengan gempa yang tiba-tiba mengguncang, pagi kemarin (22/3). Sejumlah laporan menyebutkan warga berhamburan lari dari dalam rumahnya masing-masing untuk menyelamatkan diri.

“Gempanya dua kali, yang kedua itu yang besar sekali,a�? kata Naufal, salah seorang warga Taman Sari.

Belum usai keterkejutan warga, sesaat setelah gempa mengguncang, isu Tsumani sempat menyeruak. Aang, salah seorang warga mengaku mendapat telepon dari keluarganya di Ampenan yang mengatakan air laut naik. Rumor tersebut juga sempat diterima BPBD Kota Mataram.

“Langsung kita kirim personel untuk memantau,a�? kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Dedy Supriady.

Setelah beberapa saat mengamati tinggi muka air laut di Pantai Tanjung Karang, tak tampak tanda-tanda Tsunami bakal terjadi. Mereka lantas menyebar informasi tersebut ke berbagai lingkungan dan kelurahan. a�?Jangan sampai warga panik,a�? ujarnya.

Hingga siang kemarin tak ada laporan kerusakan materil dan jiwa akibat gempa tersebut. a�?Semua aman terkendali,a�? sambungnya.

Lombok Post yang juga coba memantau kondisi di RSUD Kota Mataram beberapa saat setelah kejadian mendapati kondisi pelayanan berjalan normal. Hanya saja, saat gempa berlangsung, sejumlah staf dan keluarga pasien sempat berhamburan keluar. a�?Tadi sempat lari ke parkiran, tapi tak lama balik lagi,a�? kata Ruslan, salah satu keluarga pasien.

BMKG dalam siaran pers yang dikeluarkan sesaat setelah gempa menerangkan gempa berkekuatan 6,4 SR, terjadi pukul 07.10 Wita. Pusat gempa ada di perairan Bali, 23 kilometer tenggara Denpasar.

Gempa tersebut dikatakan tak berpotensi memicu Tsunami. Kabag Humas BMKG Stamet BIL Hary Djatmiko mengatakan, kendati berpusat di Bali gempa dirasakan cukup kencang di Jawa Timur dan Lombok. Masyarakat pesisir Lombok diimbau tetap tenang mengingat gempa tak berpotensi menimbulkan Tsunami.

“Ini akibat pertemuan dua lempeng Indo Australia dan Eurasia,a�? katanya menjelaskan secara sederhana. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka