Ketik disini

Giri Menang

Limbah B3 PLTU Jeranjang Harus Segera Dibuang

Bagikan

GIRI MENANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat menolak izin perpanjangan masa simpan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik PLTU Jeranjang. DLH dikabarkan menolak permohonan perpanjangan masa simpan tersebut. Dengan alasan limbah B3 milik PLTU Jeranjang sudah terlalu lama ditampung di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS).

Mereka bahkan mendesak agar pihak PLTU segera mengevakuasi limbah tersebut. Melalui surat Nomor 660/160/DLH/2017, DLH mewajibkan PLTU Jeranjang segera melakukan pengelolaan limbah. Selanjutnya pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain sesuai PP Nomor 101 Tahun 2014.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala DLH Lobar HL Surapati membenarkan ada penolakan. Surapati menegaskan penolakan perpanjangan masa simpan itu atas dasar aturan. Ia pun berharap, pihak PLTU mengerti dan segera menujuk rekanan melakukan pengangkutan.

a�?Kita desak supaya perusahaan segera mendapatkan rekanan,a�? tegasnya ditemui diruang kerjanya, kemarin (22/3).

Surapati mengaku, tidak ada deadline waktu yang diberikan DLH kepada pihak perusahaan. Itu karena tidak ada diatur dalam PP Nomor 101 Tahun 2014. Lagi pula, pihak perusahaan dianggap sudah melakukan tahapan-tahapan pengelolaan.

Hanya saja masih terkendala mendapatkan rekanan untuk melakukan pembuangan. “Rekanan ini tidak sembarang, harus ada izin dari menteri,a�? jelasnya.

Menurut informasi, karena belum mendapat rekanan pihak PLTU Jeranjang bahkan sudah dua kali bersurat ke DLH. MerekaA� meminta izin penyimpanan limbah diperpanjang. Surat pertama dilayangkan September 2016 lalu. Kemudian surat kedua dilayangkan tanggal 8 Maret 2017 tapi akhirnya ditolak.

Salah seorang staf di Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) B3 DLH Lobar, Puspa Edy menambahkan terkait limbah B3 milik PLTU Jeranjang, DLH sudah mengeluarkan izin penyimpanan sementara sejak tahun 2014 silam.

Jika mengacu pada PP Nomor 101 Tahun 2014, masa penyimpanan limbah B3 sebenarnya hanya boleh disimpan selama 365 hari. Namun itu bisa diperpanjang jika ada kendala dalam hal pembuangan. Seperti kesulitan mendapat rekanan. “Itu boleh tapi tentunya dengan alasan yang jelas. Dan tim kami akan lakukan kajian juga,a�? jelasnya.

“Sementara kalau terkait izin lokasi tempat penyimpanan sementara limbah, hanya berlaku lima tahun,a�? sambungnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka