Ketik disini

Metropolis

Pemkot Tak Mau Gegabah

Bagikan

Mataram – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana angkat bicara terkait rencana pelarangan membawa HP mulai 1 April mendatang.

Pemkot Mataram dikatakan belum akan mengikuti rencana tersebut untuk diterapkan pada SD dan SMP yang menjadi kewenangannya.

“Kota masih akan melihat dan mengkaji dulu,a�? ujarnya.

Pada satu sisi, ia mengatakan mengerti maksud provinsi hendak melakukan langkah tersebut untuk level SMA sederajat yang kini memang menjadi urusannya.

Sejumlah dampak negatif dari kegiatan menggunakan HP yang terlalu tinggi dikhawatirkan memberi dampak buruk. Terlebih jika ber-HP ria dilakukan saat jam sekolah.

Ada kecurigaan juga HP yang kini dilengkapi beragam fitur canggih kerap disalahgunakan. Belum lagi kemampuan menyaring dan memilah anak-anak yang masih sangat terbatas.

Sehingga dikawatirkan mudah terpapar dampak buruk. a�?Saya melihat baik semangat provinsi ini,a�? ujarnya.

Namun secara fair ia juga mengatakan HP memberi manfaat banyak dalam sistem pembelajaran dewasa ini.

Terlebih Mataram yang berstatus ibu kota provinsi jelas lebih pesat perkembangannya ketimbang sembilan kabupaten kota lain.

Dalam pengaplikasian kurikulum saat ini, sejak level SD, di Mataram banyak guru memanfaatkan gadget untuk memberikan pembelajaran.

a�?Sekarang model pembelajaran di Mataram sangat berbasis IT,a�? ujarnya.

Perkembangan zaman juga menuntut anak-anak untuk beradaptasi dan mengikutinya.

Menurutnya pemkot masih akan coba memikirkan jalan tengah sebelum benar-benar mengeluarkan kebijakan pada level SD dan SMP. Dia lantas menjabarkan beberapa opsi yang bisa dicoba.

Misalnya jika banyak penyimpangan anak-anak bemain HP secara sembunyi-sembunyi saat jam pelajara, tentu hal itu harus menjadi perhatian guru yang mengajar dan sekolah yang bersangkutan.

Bisa saja solusinya dengan mewajibkan mengumpulkan HP saat jam pelajaran yang memang tak memerlukan penggunaan HP untuk mencari informasi.

Sedangkan jika masalahnya adalah ragam paparan negative dunia maya yang dengan mudah diakses, ia meminta orang tua turut mengawasi.

Setiap HP yang dipegang anak harus terus terpantau parang orang tua.

Melakukan pengecekan rutin, memberi arahan dan bimbingan secara terus menerus menjadi jawabannya. “Kan bisa dilacak tu, HP-nya untuk buka apa saja,a�? katanya.

Alih-alih ikut melakukan pelarangan, solusi-solusi seperti itulah yang kemungkinan dikedepankan Pemkot Mataram.

Dia juga mengingatkan mobilitas anak-anak Mataram yang sangat tinggi, dan biasanya bersambung setelah sekolah.

Mulai dari les dan privat, belajar kelompok, hingga ekstra kulikuler, termasuk juga pergi bermain ke rumah teman.

Dengan HP, orang tua bisa terus memantaunya anaknya setiap saat. “Kalau tidak ada HP, repot juga ya,a�? katanya.

“Kalau saat sekolah kita larang, terus pas pulang dia main dan online tak mengenal waktu, kan sama juga bahayanya,a�? Mohan menambahkan. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka