Ketik disini

Headline Sumbawa

Penyebar Berita Hoax Bisa Terjerat ITE

Bagikan

SUMBAWA– Dua orang pemilik akun Facebook asal Kecamatan Alas berinisial Ri dan DC terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Pasalnya, kedua orang ini menyebarkan berita palsu atau hoax terkait penculikan anak di wilayah kecamatan setempat melalui jejaring sosial.

Keduanya dijemput oleh anggota Polsek Alas dan diantarkan ke Polres Sumbawa sekitar pukul 12.30 Wita, Selasa (21/3). Keduanya kemudian digiring ke ruang Satuan Reskrim Polres Sumbawa. Mereka lalu dimintai keterangan terkait berita hoax yang disebarkan oleh keduanya di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumbawa.

Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo yang dimintai tanggapannya terkait persoalan ini mengatakan, Kabupaten Sumbawa adalah daerah yang damai. Karena itu, kedamaian dan ketenagan itu harus dijaga. Salah satu caranya adalah dengan tidak mempublikasikan atau memberitakan suatu berita tanpa didasari pembuktian. Sehingga akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

”Saya harapkan masyarakat Sumbawa jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal demikian,” ujar kapolres.

Kapolres mengatakan, jika masyarakat menemukan berita yang tidak jelas kebenarannya seperti itu, diharapkan untuk disampaikan ke Polres Sumbawa. Karena Polres Sumbawa memiliki tim cyber yang bisa melacak siapa penyebar berita bohong tersebut. Sehingga bisa diproses lebih lanjut.

Masyarakat juga diharapkan berhati-hati jika ingin menyampaikan sesuatu. Jika ingin menyampaikan informasi, harus didasari dengan bukti-bukti yang cukup. Agar tidak menjadi bumerang bagi masyarakat itu sendiri.

Secara terpisah Kasat reskrim Polres Sumbawa AKP Elyas Ericson menambahkan, Ri dan DC dipanggil karena memuat berita hoax di media sosial. Postingan mereka di medsos itu sempat meresahkan masyarakat. Karena adanya keresahan, maka polisi wajib bertindak untuk melalukan pemanggilan.

”Untuk sementara ini baru dua pemilik akun yang dipanggil hari ini,” terang Ericson.

Dikatakan, pemilik akun itu menyebarkan postingan berita terkait penculikan anak di Kecamatan Alas. Seolah-olah, postingan tersebut berasal dari aparat kepolisian. Namun menurut informasi dari Polsek Alas bahwa tidak benar adanya kasus penculikan anak tersebut.

Karena itu dilakukan pemanggilan untuk mengetahui apa maksud yang bersangkutan menyebarkan postingan tersebut. Kemudian mereka akan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Mereka juga baru sekali ini menyebarkan postingan tersebut. Karena menurut keduanya, mereka hanya menyebarkan berita tanpa maksud membuat keresahan masyarakat. Tapi hanya ingin memperingatkan masyarakat.

Dikatakan, jika mereka terbukti dengan sengaja menyebar berita hoax itu, keduanya bisa dijerat dengan pasal 28 ayat 2 undang-undang ITE. AdapunA� ancaman hukumannya minimal enam tahun penjara. Meski demikian, pihaknya akan melihat apa niat kedua pemuda itu menyebarkan berita hoax tersebut. Karena banyak unsur yang harus diperhatikan dalam hal ini.

Diungkapkan, menurut pengakuan dua pemuda itu itu, berita tersebut dilihat dalam postingan orang lain yang kemudian disebarkan. Namun, menurut keterangan sementara mereka hanya berniat agar masyarakat setempat menjadi lebih waspada. Meski demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait persoalan ini. Keduanya juga masih dikenakan wajib lapor.

“Untuk sekarang masih wajib lapor. Tapi mungkin nanti bisa kami amankan,” ujar Ericson.

Polres juga sudah melakukan pemanggilan terhadap kepala desa kedua penyebar hoax itu. Yang bersangkutan akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini. Nantinya pernyataan dari kepala desa ini akan menjamin dua orang warga desanya. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang resah atas berita hoax terkait penculikan anak.

Dikatakan, sementara ini, belum ada lagi yang akan dipanggil terkait kasus serupa. Karena itu, diharapkan kepada masyarakat jika mendapat berita harus dicek terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat postingannya itu.

“Sebaiknya masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka