Ketik disini

Bima - Dompu

Terdakwa Kasus Kopi Tambora Divonis

Bagikan

KOTA BIMAA� a�� A�Dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan kopi Tambora divonis. Suparno divonis 2 tahun 10 bulan penjara dan Syafruddin penjara 1 tahun 7 bulan. Mereka dikenakan denda Rp 50 juta, subsider dua bulan kurungan.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bima Lalu Muhammad RasydiA� pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Rabu (22/3) mengatakan sidang vonis kasus kopi Tambora digelar di Pengadilan Tipikor Mataram, Senin (20/3). Sidang tersebut dihadiri oleh dua terdakwa dan juga penasehat hukumnya.

a�?Sidang vonis sudah digelar hari Senin kemarin. Majelis hakim sudah membacakan vonis hukuman untuk dua terdakwa,a�? jelasnya.

Saat ditanya apakah setelah sidang putusan akan ada pengembangan dari kasus tersebut, Rasydi belum menjawab. Ia berjanji dalam waktu dekat akan ada informasi terkait perkembangan kasus tersebut.

a�?Maaf sekarang saya belum bisa jelaskan. Saya akan sampaikan dulu ke pimpinan, untuk kelanjutannya nanti saya kabarkan,a�? ujarnya.

Informasi yang dihimpun Radar Tambora (Lombok Post Group), dalam sidang kasus kopi Tambora muncul fakta baru. Dua terdakwa kasus tersebut menyebutkan nama seseorang yang diduga terlibat kuat dalam kasus itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi pengelolaan kopi Tambora diusut sejak tahun 2006. Besar anggarannya sekitar Rp 378 juta. Dana itu digunakan untuk biaya penanaman hingga panen kopi. Dugaan kerugian negara dalam kasus tersebut berdasarkan hasil audit BPKP Mataram Rp 218 juta.

Dalam proyek itu, Syarifuddin dan Suparno berstatus sebagai pelaksana kegiatan pengelolaan kopi Tambora. Sebelumnya dua terdakwa kasus tersebut sempat bernyanyi dan menyebutkan H mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Bima ikut terlibat. (yet/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka