Ketik disini

Metropolis

Banyak Proyek “Tersandera” Anggaran

Bagikan

MATARAM – Tahun ini Pemkot Mataram telahA� merencanakan sejumlah pembangunan fisik yang memerlukan pembebasan lahan. Diperlukan anggaran yang tak sedikit demi terrealisasinya proyek tersebut.

“2017 banyak yang kita akan kerjakan, semua tergantung ketersediaan dana pembebasan itu,a�? kata Kadis PUPR Kota Mataram H Mahmuddin Tura.

Beberapa diantaranya seperti, relokasi nelayan Bintaro, relokasi Pasar Kebon Roek, pembukaan ruas jalan baru di Dakota, termasuk jalan baru di Nuraksa. Ada pula rencana melanjutkan pembangunan jalan pinggir sungai Jangkuk.

“Itu semua model proyek yang butuh pembebasan lahan terlebih dahulu,a�? kata Tura.

Setelah pembebasan dilakukan, barulah fisik bisa dilaksanakan. Dalam perencanaannya, pengerjaan fisik juga tak akan dilakukan sekaligus. Bisa memakan waktu dua tahun atau bahkan lebih, karena pengerjaan fisik juga bergantung pada anggaran.

“Tapi sebelum mulai kerja ya tergantung pembebasan dulu,a�? sambungnya.

Terkait itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi mengatakan tahun ini dana yang tersedia untuk pembebasan lahan Rp 54 miliar. Terkait proyek mana yang didulukan, hal itu bergantung pada skala prioritas yang ditentukan.

“Semua tergantung arahan dan perintah kepala daerah,a�? ucapnya.

Syakirin lantas merincikan untuk saat ini, Bintaro menjadi salah satu prioritas utama. Merelokasi nelayan ke tempat baru yang lebih laik menjadi hal yang disegerakan.

Selanjutnya Pasar Kebon Roek yang sudah direncakanan sejak tahun lalu juga menjadi fokus utama. “Dua-duanya sedang dibahas OPD teknisnya masing-masing,a�? ujarnya.

Khusus jalan, yang sudah pasti segera dikucurkan adalah untuk pelebaran jembatan perbatasan Ampenan- Sekarbela di Jalan Arya Banjar Getas, dan pelebaran Jalan Airlangga dekat Simpang Empat Tanah Haji.

“Supaya mengatasi kemacetan dan menyesuaikan dengan volume kendaraan saat ini,a�? ujarnya.

Namun hingga saat ini dana yang diperlukan untuk masing-masing proyek belum diketahui pasti. Karena itu pihaknya tak dapat memastikan apakan Rp 54 miliar anggaran itu akan mencukupi untuk semuanya atau tidak.

Yang bisa dilakukan hanyalah berjalan melakukan pembebasan sesuai ketersediaan anggaran. a�?Misalnya setelah pembebasan untuk Kebon Roek, anggaran itu habis, ya tak ada lagi pembebasan untuk yang lain,a�? ucapnya.

Yang pasti untuk pelebaran dua jalan yang disebutkannya itu, sudah dilakukan pembicaraan intensif dengan masyarakat yang terdampak. Soal besaran ganti rugi, tim appraisal yang akan menentukannya.

“Harapan kami anggaran Rp 54 miliar itu bisa untuk sebanyak-banyaknya pembebasan lahan,a�? tutupnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka