Ketik disini

Kriminal

Polisi Bongkar Isi Laptop Tersangka Pencabulan

Bagikan

MATARAM – Tim cyber crime Polda NTB merampungkan penyelidikan sejumlah alat elektronik milik BG (inisial) warga negara Italia tersangka dugaan pencabulan anak. Hasilnya pun telah diserahkan kepada penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB.

Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan, permintaan penyidik subdit II telah dirampungkan timnya. Hanya saja, ia merasa bukan menjadi kewenangannya untuk membeberkan hasilnya.

”Sudah kita serahkan, hasilnya krimum saja yang menjelaskan, kami hanya diminta membantu,” kata Darsono.

Dia mengatakan, penyelidikan yang dilakukan cyber crime terkait isi peralatan elektronik tersangka. Bukan mengenai aktivitas pelaku di dunia maya.

”Diminta untuk melihat isinya saja. Tapi kalau nanti ada permintaan terkait aktivitas BG di dunia maya, tentu akan kita tindaklanjuti lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan tersangka BG. Termasuk dari enam korban yang diduga menjadi korban tindakan asusila.

”Pemeriksaan tersangka akan kita lakukan lagi. Sifatnya pemeriksaan tambahan saja,” kata dia.

Pemeriksaan itu, kata Pujawati, untuk mengaitkan keterangan enam korban yang semuanya sudah memberi kesaksian di hadapan penyidik. Rencananya, tersangka akan dikonfirmasi terkait sejumlah foto di dalam perangkat komunikasinya.

Diketahui, BG diduga melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah anak. Dari pemeriksaan kepolisian, sedikitnya ada enam anak yang diduga menjadi korban. Sementara data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB menyebut 15 anak yang menjadi korban.

Menurut polisi untuk melancarkan aksinya, BG menggunakan modus dengan memberi sejumlah uang. Selain itu, untuk menarik calon korban, mereka diberikan kebebasan bermain sepuasnya di rumah kontrakan BG, di wilayah Cakranegara.

Sejauh ini, korban yang berhasil diidentifikasi dan diambil keterangannya, antara lain dengan inisial M; IZ; HH; dan HH. Sementara dua orang lainnya yang masuk kategori dewasa adalah SH dan MRH.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 82 Ayat 1 JO Pasal 76e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka