Ketik disini

Praya

Untungnya Warga Cepat Keluar Rumah Selamatkan Diri

Bagikan

Untung saja Inaq Lase warga Tenang Baru Desa Segala Anyar, Pujut Lombok Tengah (Loteng) lekas keluar rumah menyelamatkan diri ketika angin mulai mengammuk. Jika tidak bisa jadi atap rumah akan roboh menimpa dirinya.

***

Untung saja musibah angin puting beliung yang terjadi di Desa Segala Anyar, Pujut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya sajaA� 49 rumah warga rusak.

Namun, sampai saat ini, beberapa warga masih merasakan trauma. Apalagi, mereka melihat dan merasakan langsung kerasnya puting beliung. Sebut saja, Inaq Lase warga Dusun Terang Baru. Ia menceritakan, saat kejadian, ia di dalam rumah sedang berbaring. Ia pun mendegar teriakan sejumlah warga.

Sontak, ia keluar dan menyaksikan langsung atap rumah yang terbuat dari asbes dihantam puting beliung. Tidak ada satu pun yang tersisa, semua disapu bersih.

A�a�?Semoga, angin semacam ini tidak terjadi lagi,a�? ujar Inaq Lase.

Ia mengaku, masih membayangkan kerasnya angin tersebut. Kini kediamannya, untuk sementara di tutup terpal. Ia berharap, dalam waktu dekat pemerintah menyalurkan bantuan, guna memperbaiki aset berharganya itu.

A�a�?Saya bersyukur, saat kejadian anak dan cucu saya di sawah,a�? cetusnya.

Hal yang sama dirasakan Inaq Sumi, warga Dusun Bolok. Saat puting beliung datang, ia dan cucunya ada di dalam rumah. Lagi-lagi, untungnya ia dengan cepat keluar menyelamatkan diri, sembari menggendong cucu kesayangannya.

a�?Alhamdulillah, Allah berkehendak lain. Saya dan cucu diselamatkan. Kalau terlambat saja saya keluar rumah, mungkin kami berdua sudah meninggal,a�? ujar Inaq Sumi.

Kejadian itu, membuat dirinya masih merasakan trauma. Ia dihantui datangnya puting beliung secara tiba-tiba. Apalagi, ia melihat langsung rumahnya dihantam angin. Pusaran anginnya, membuat sebagian atap rumahnya disapu bersih.

A�a�?Anginnya mutar-mutar di rumah saya,a�? kata Inaq Sumi.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah segera membantu memperbaiki rumahnya. Termasuk, menyalurkan bantuan sembako.

a�?Memang desa kami agak asing didengar. Tapi, desa kami terbilang sudah dewasa, karena kami mekar dari Desa Sengkol sejak tahun 1997,a�? sambung Kepala Desa (Kades) Segala Anyar Muskin.

Kades mengaku, sudah mendata rumah-rumah warganya yang mengalami kerusakan. Selanjutnya, data tersebut akan diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

A�a�?Kami berharap dari swasta ikut membantu. Mohon bantu warga kami ini,a�? serunya.A�(r2/A�Dedi Shopan Shopian a�� Praya)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys