Ketik disini

Politika

Agung Laksono Akui Kans Suhaili Besar

Bagikan

MATARAM – Peluang atau kans HM Suhaili FT untuk didukung Partai Golongan Karya (Golkar) sangat besar di Pilgub NTB 2018. Penilaian ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pakar Partai Golkar H R Agung Laksono.

a�?Pak Suhaili ini kuat, berapa kali survei pun tidak perlu khawatir,a�? kata Agung usai membuka resmi Musda Kosgoro NTB di Kantor DPD Partai Golkar NTB, kemarin (29/3).

Dijelaskan, proses penentuan dukungan Partai Golkar di Pilkada 2018 saat ini tengah berproses. Golkar, kata dia, tengah menyiapkan survei terakhir sebagai acuan sebelum memutuskan arah dukungan.

a�?Survei ini rencananya akan digelar bulan April mendatang,a�? katanya.

Agung tak menampik, bahwa Suhaili bukan satu-satunya kader Golkar yang berstatus bakal calon gubernur (bacagub) NTB. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang juga sedang menjajaki peluang diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini.

Terkait hal ini, Agung menegaskan siapapun yang didukung nanti, maka seluruh kader Golkar harus memberikan dukungan sepenuhnya.

a�?Siapapun itu, kita dukung secara konsisten. Kalau itu Pak Suhaili, ya kita dukung. Tapi itu ada prosedurnya,a�? tegas mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan RI ini.

Menyinggung kabar keputusan Panitia Pilkada DPP Partai Golkar yang telah memutuskan arah dukungan kepada Suhaili, Agung mengaku belum mengetahui.

Ia hanya menegaskan dan meyakini Golkar memiliki peluang besar di Pilkada NTB 2018.

Tak hanya itu, mantan Ketua DPR RI ini juga mengelaborasi pemetaan kekuatan Golkar pada 171 daerah yang akan menggelar Pilkada di 2018.

Dari jumlah itu, terdapat 29 daerah dimana Golkar mampu mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tanpa harus berkoalisi. Ia menyebutkan ini sebagai daerah kategori pertama.

a�?Tapi di 29 daerah ini kalau mau koalisi pun boleh. Karena perolehannya di atas 20 persen,a�? tegas Agung.

Ada pula 125 daerah kategori kedua, sambungnya, dimana Partai Golkar memiliki kekuatan signifikan.

Namun masih membutuhkan mitra koalisi demi menggenapkan terpenuhinya ambang batas dukungan.A�

Di 125 daerah ini adalah tempat dimana Partai Golkar bisa memiliki posisi tawar yang kuat dan menempatkan kadernya di posisi bakal calon kepala daerah.

a�?Sejumlah daerah lainnya, dan di NTB masuk dalam kategori ini,a�? ungkap Agung.

Untuk NTB ini, Agung menegaskan, Golkar memang harus berkoalisi tapi posisinya sebagai calon pemimpin kepala daerah.

a�?Misalnya di NTB, karena butuh tambahan sedikit saja. Kalau koalisi tentunya kita harus jadi NTB Satu.

Jadi total ada sekian banyak yang kita punya potensi yang besar,a�? papar pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu.

Sementara, di kategori ketiga dimana Golkar hanya memiliki perolehan kursi yang sedikit. Pihaknya dalam posisi ini bisa menerima, jika Partai Golkar hanya berstatus pendukung saja.

a�?Artinya kandidat yang diusung Partai Golkar memiliki kans menang di daerah kategori pertama dan kedua,a�? ucap Agung.
Tetapi kemenangan itu hanya bisa diraih jika para kader Golkar memberikan dukungan dengan konsistensi tinggi.

Kata dia, pemetaan kekuatan figur juga menjadi hal yang wajib diperhatikan. Sebab, bukan tidak mungkin Ketua Golkar di daerah tersebut justru memiliki kans yang tidak bagus.

a�?Harus tegas di sini, kalau dia memang dilihat dari hasil surveinya, lembaga yang kredibel, ternyata si A itu hasilnya tinggi, maka wajib kita dukung. Kebetulan kalau dia Ketua Golkar lebih bagus lagi,a�? katanya.

a�?Tapi ada pula yang Ketua Partai Golkar tidak mampu seperti itu. Lebih baik tidak. Daripada bikin malu, ngisin-ngisinin kalau bahasa Jawanya,a�? seloroh Agung. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys