Ketik disini

Pendidikan

Fakultas MIPA Unizar Bantu KWT

Bagikan

MATARAM – Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) pengabdian kepada masyarakat diaplikasikan Fakultas MIPA Universitas Islam Al Azhar. Para dosen MIPA memberikan bantuan kepada kelompok wanita tani (KWT) Dusun Kumbak Dalem, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. a�?Kita berikan alat dan bahan pengemas makanan di wilayah ini,a�? kata Dekan MIPA Unizar Ir Hj Syuhriatin Har M.Si, kemarin (29/3).

Dusun Kumbak Dalem ini merupakan daerah binaan Fakultas MIPA Unizar. Dimana, daerah ini salah satu penghasil jajanan khas lokal. Seperti keripik ubi, keripik singkong, kripik talas, dan sebagainya. Selama ini kata dia, petani belum tahu caranya mengemas jajanan khas lokal ini secara menarik. Dan tidak kalah penting harus bisa mempertahankan kualitas rasa dan bisa tahan lama. Dikatakan, makanan akan berubah rasanya ketika pengemasannya kurang baik.Kemasan makanan jangan sampai masuk angin. Ini akan membuat rasa berubah menjadi tidak enak. a�?Selain itu makanan bisa menjamur jika angin masuk dalam kemasan,a�? imbuh perempuan berjilbab ini.

Ia juga meminta para petani untuk tidak langsung menjual hasil pertaniannya. Sebab, jika langsung dijual maka harganya rendah. Namun sebaliknya, jika diolah dulu baru diujual maka akan mendapat keuntungan cukup besar. Ia menyebutkan,jika talas langsung dijual per karung maka dihargakan Rp 50 ribu. Tapi jika diolah dulu menjadi keripik atau yang lainnya maka keuntungan yang diraih per karung bisa mencapai Rp 500 ribu.

Jajanan khas ini nanti akan dibantu pemasarannya. Makanan lokal yang dibuat petani ini tidak hanya dijual di warung atau kios-kios kecil, namun akan diperjuangkan bisa masuk pasar modern. a�?Kita juga minta petani meningkatkan kualitas rasa,a�? sebut perempuan berjilbab ini.

Selain itu, program Fakultas MIPA akan membina KWT memanfaatkan pekarangan dengan menanm berbagai tanaman yang bermanfaat. Seperti cabai, ubi, talas, dan sebagainya.

Sementara itu Dosen MIPA Diyah mengatakan, dari ilmu MIPA, khususnya biologi apa yang dilakukan ini sangat berhubungan dengan MIPA. Dalam pengolahan makanan kata dia, petani harus bersih. Bahkan bisa menjamin bahan-bahan makanan khas lokal ini higienis. Ia menyebutkan, jika dalam kemasan makanan masuk angin maka akan membuat makanan didalamnya jamuran. Selain itu, dari segi rasa juga tidak enak. a�?Rasa dan higienis ini harus dipertahankan,a�? ujarnya.

Zaman globalisasi sekarang ini petani harus kreatif. Ia mencotohkan, talas ini jangan hanya bisa dimasak saja. Namun harus diolah menjadi berbagai makanan lokal dengan dipadukan rempah-rempah. Misalnya membuat kripik talas pedas, manis, dan jajanan lainnya. (jay/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka