Ketik disini

Headline

Pemda Selesaikan Polemik APBDes Tepas

Bagikan

TALIWANGa��Polemik penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Tepas, Kacamatan Brang Rea akhirnya bisa dituntaskan. Tim asistensi dan evaluasi Pemda KSB bersama pemerintah kecamatan turun tangan memfasilitasi polemik tersebut. Kepala desa bersama Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat secara khusus diajak duduk bersama menyelesaikan keterlambatan pengajuan APBDes 2017.

“Kami langsung turun tangan memfasilitasi masalah ini. Pemerintah kecamatan juga ikut, sekarang sudah tidak ada masalah, jelas Mars Anugerahinsyah, anggota tim evaluasi dan asistensi APBDes Pemda KSB dihubungi koran ini, kemarin (29/3).

Diakuinya, hanya Desa Tepas yang belum mengajukan APBDes 2017. Mars mengaku, keterlambatan itu lebih disebabkan karena perbedaan yang terjadi antara pemerintah desa dengan BPD terkait program yang akan dilaksanakan tahun 2017 ini.

“Tapi ini sudah bisa difasilitasi, baik BPD maupun desa sudah bisa menemukan titik temu,” katanya. Saat dihubungi koran ini kemarin, Mars sendiri tengah berada di Kantor Camat Brang Rea.

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mulyadi yang dikonfirmasi koran ini mengakui, hanya Desa Tepas yang belum mengajukan APBDes 2017.

“Kalau desa lain sudah selesai, bahkan sudah ada yang diasistensi dan dievaluasi pemerintah. Hanya Tepas yang belum,” akunya.

Mamiq Mul, demikian pejabat ini disapa menyebut, tahun 2017 ini dana desa (DD) yang diterima masing-masing desa di KSB naik dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan dana yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga berimbas pada naiknya APBDes masing-masing desa.

” Tahun ini yang paling kecil angkanya itu hanya Desa Tambak Sari, total APBDes mereka mencapai Rp 1,9 miliar,” jelasnya.

Mamiq Mul mengaku tahun 2017 ini, APBDes masing-masing desa di KSB masih dialokasikan untuk sejumlah program pembangunan fisik. Skala prioritas masih fisik, seperti embung desa maupun program fisik lainnya.

” Ekonomi juga kita dorong untuk ditingkatkan,”sebutnya.

A�Peningkatan ekonomi desa diupayakan bisa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karenanya, semua desa yang ada di KSB didorong untuk membentuk BUMDes untuk mengelola potensi yang dimiliki masing-masing desa.A� (far/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka