Ketik disini

Metropolis

Pemkot Dilema

Bagikan

MATARAM – Perang baliho yang mulai terjadi di Mataram belum disikapi serius oleh Pemerintah Kota Mataram. Kendati dipasang sembarangan di berbagai titik di pinggiran jalan, Pemkot Mataram belum juga mengambil tindakan.

“Coba tanyakan ke Bakesbangpol Mataram,” kata Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram H Kemal Islam, kemarin.

Dia mengatakan belum tahu persis detail aturan. Apakah baliho yang digunakan mensosialisasikan diri para calon kepala daerah itu termasuk melanggar atau tidak, Kemal mengaku ragu. “Kalau Bakesbang bilang melanggar, baru kami turun,” ujarnya.

Kendati jelas illegal, terpasang tanpa izin, Kemal nampaknya dilema dan bertindak sangat berhati-hati dalam urusan ini. Sebab, baliho Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga banyak yang terpasang.

Sementara perihal potensi PAD yang menguap karena para calon tak beriklan di media iklan resmi, juga belum digubrisnya. “Kalau mikir pemasukan, memang tak ada dari yang seperti itu,” akunya.

Namun ia membantah jika dikatakan menutup mata. Buktinya pada lokasi yang jelas terlarang, pihaknya bertindak tegas. Misalnya di Bundaran Pagesangan, Lingkar Selatan.

Di sana, sempat terpasang sejumlah baliho. Dan timnya tanpa kompromi menurunkan paksa gambar-gambar wajah raksasa yang dipasang di sana. “Bahkan baliho Pak Ahyar (Wali Kota Mataram, Red) juga kita turunkan paksa, karena memang tak boleh di sana,” tegasnya.

Pohon pelindung jalan juga menjadi titik yang diharamkan untuk memasang iklan. Di banyak titik, anak buahnya telah bergerak membersihkan pohon pelindung yang ada.

“Misalnya itu baliho Bung Nuri ada juga yang kita turunkan paksa,” katanya.

Terpisah Kepala Bakesbangpol Kota Mataram Rudi Suryawan yang coba dihubungi koran ini juga tampak ragu. Awalnya dia menerangkan saat ini belum masuk masa kampanye. Sehingga selama dipasang pada titik yang tak terlarang, baliho itu sah-sah saja.

Beberapa lokasi terlarang untuk kampanye misalnya masjid dan sekolah. Namun bagaimana dengan dampak yang ditimbulkan?

Kini jelas baliho yang sudah berseliweran di sana-sini mulai mengganggu estetika dan keindaham kota. Belum lagi perihal potensi PAD yang hilang karena mereka tak memanfaatkan media iklan resmi yang sudah ada. Dipasang tanpa izin, bukankah jelas baliho ith liar?

“Biar tak salah, coba saya koordinasi dulu dengan Pak Kemal,” jawabnya singkat. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka