Ketik disini

Giri Menang Headline

Petani Lobar Pusing

Bagikan

GIRI MENANG – Banjir bandang yang menerjang empat dusun di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar tidak hanya merusak sejumlah rumah dan tembok warga. Namun, banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 meter yang terjadi Senin (27/3) lalu juga merusak puluhan hektare tanaman padi milik warga sekitar.

Akibatnya, tanaman padi siap panen itu terancam gagal. Hal ini membuat para petani pusing tujuh keliling.

Sebab, kondisi itu hampir merata di empat dusun. Yakni Labuan Tereng, Songkak, Tibu, dan Kebon Talo. Ini tentu merugikan petani yang sudah mengeluarkan modal cukup banyak.

Pantuan Lombok Post di lokasi, mayoritas tanaman warga yang rusak adalah tanaman padi. Kondisi terparah terjadi di peswahan warga berada diatas perbukitan dusun setempat. Tanaman padi yang rusak, baik baru mulai tanam maupun sudah siap panen.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Muhur Zohri ditemui di lokasi banjir mengaku, masih mendata lahan pertanian warga yang terkena banjir. Sampai saat ini, pihaknya juga belum dapat memastikan jumlah kerugian. “Masih dikalkulasi,a�? terangnya, kemarin (29/3).

Para petani yang terkena dampak juga terancam tak dapat asuransi dari pemerintah. Sebab, data dari Dinas Pertanian Lobar hampir semua petani di Desa Labuan Tereng belum mendaftarkan diri ikut asuransi.

“Memang ada beberapa petani yang sudah masuk (asuransi). Tapi sebagian besar petani disini belum,a�? jelasnya.

Namun untuk meringangkan beban para petani. Dinas pertanian tengah mengupayakan bantuan bibit. Setiap petani akan diupayakan bantuan benih, 25 kilogram. “Ini sedang kita upayakan,a�? tegasnya.

Muhur berharap dengan kejadian seperti ini, para petani di Lobar semakin sadar pentingnya ikut asuransi. Apabila gagal panen akibat banjir atau kondisi cuaca, petani yang ikut asuransi mendapatkan ganti rugi.

Ikut asuransi petani hanya membayar premi Rp 36 ribu setiap kali panen. Jumlah itu telah disubsidi pemerintah, yang sebelumnya Rp 180 ribu per hektar setiap kali panen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar H Moh Najib menjelaskan kerugian material dampak banjir di dua Kecamatan Sekotong dan Lembar ditaksir mencapai puluhan miliar. Rinciannya, Rp 10 miliar banjir bandang di Desa Labuan Tereng dan Rp 1 miliar yang melanda Desa Sekotong Timur, Kecamatan Sekotong.

Sementara lahan pertanian yang terkena dampak banjir, BPBD belum menutaskan pendataan. Data sementara, Dusun Jelateng 25 hektare, 10 hektare lahan perkebunan, di Desa Eyatmayang 3 hektar, di Desa Labuan Tereng di Dusun Songkak 5 hektare, dan di Dusun Kebon Talo 2 hektare. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka