Ketik disini

Metropolis

Jangan Remehkan Orang Desa!

Bagikan

MATARAM – Paradigma bahwa desa selalu terbelakang harus mulai diubah. Sebab ke depan desa akan menjadi motor penggerak pembangunan dengan segala potensi yang dimilikinya. Hal ini terungkap dalam Festival Desa Inovatif NTB 2017 di Taman Budaya, kemarin (30/2).

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengatakan, desa yang inovatif adalah masa depan bagi NTB.

Sebab tantangan ke depan tidak hanya sekadar bagaimana memenuhi kebutuhan pembangunan dalam bentuk penyediaan dana pembangunan. Baik yang dilakukan pemerintah maupun sumbangan swasta.

Tidak pula sekadar membelanjakan anggaran. Tapi NTB membutuhkan inovasi dan kreativitas dan keberdayaan masyarakat. Hanya dengan begitu pondasi pembangunan NTB akan lebih kokoh.

Dengan adanya kreativitas masyarakat desa dalam berbagai bidang, maka desa tidak lagi identik dengan keterbelakangan, misalnya anak desa yang tertinggal dari sisi pendidikan karena tidak mendapatkan sarana seperti di kota, anggapan bahwa akselerasi pembangunan desa tidak seperti di kota juga sudah saatnya dihilangkan.

Dengan kekayaan potensi yang dimiliki, masyarakat desa juga bisa mandiri dan lebih maju. Bahkan ke depan, warga yang tinggal di perkotaan harus belajar banyak dari warga desa yang tidak kalah inovatif.

”Ke depan tidak hanya diwarnai orang desa menuntut ilmu ke kota, tetapi juga orang kota bisa belajar inovasi ke desa-desa,” katanya.

Dengan beragamnya inovasi dari setiap desa, maka NTB juga tidak hanya dikenal sebagai wisata alam dan kuliner. Tetapi juga banyak inovasi masyarakat desa yang mendukung industri pariwisata.

Hal ini sekaligus akan menjawab masalah urbanisasi ke depan. Dia berharap jika saat ini banyak orang desa ke kota, maka ke depan banyak orang kota berduyun-duyun ke desa. Karena masyarakat desa memiliki ide-ide yang lebih baik dari masyarakat kota.

Ia menambahkan, festival desa ini merupakan langkah baik untuk menunjukkan bahwa manusia di desa mampu menjadi motor pembangunan.

Selain itu juga untuk menggugah semua pihak bahwa di desa memiliki beragam potensi yang bisa diangkat. Untuk itu, Pemprov NTB berencana akan mengadakan festival serupa setiap tahun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMPD-Dukcapil) NTB H Rusman menambahkan, festival yang merupakan ajang pertukaran pengetahuan dan inovasi desa siap digelar.

Berbagai inovasi desa di bidang kesehatan dan pendidikan yang dipamerkan dalam festival itu.

Antara lain, kontrak bidan untuk Posyandu Pemekaran dari Kabupaten Dompo, mengubah sampah menjadi tabungan pendidikan dari Lombok Barat, Bank Darah untuk Ibu Hamil dari Lombok Tengah, Pengelolaan Sarana Air Besih Desa dari Lombok Utara.

Gerakan Pulau Bersih dari Lombok Timur, Dokter Keliling Desa dari Kabupaten Sumbawa dan Optimalisasi Aset Desa untuk Pelayanan Posyandu dari Kabupaten Sumbawa Barat. Inovasi-inovasi ini bentuknya sederhana tetapi sangat mudah diterapkan.

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka